Suara.com - Seorang wanita asal Selandia Baru telah ditahan di Singapura selama enam setengah bulan karena menggigit lengan seorang polwan.
Dilaporkan Today Online, Katie Christina Rakich dijatuhi hukuman penjara pada Senin (14/10/2019) setelah mengaku bersalah menyebabkan seorang pelayan publik cedera.
Rakich tiba di Singapura pada suatu malam di bulan Juni dengan kondisi sudah agak mabuk.
Ia lalu pergi makan malam bersama saudara perempuannya dan pacar saudaranya.
Saat makan, wanita berusia 27 tahun itu juga minum bir, lalu pindah ke bar lain dan minum lebih banyak lagi. Pada dini hari ketiganya kembali ke apartemen saudara Rakich.
Di apartemen saudaranya, Rakich tiba-tiba membuat kegaduhan, berteriak-teriak, dan menyebabkan kekacauan.
Diberitakan Channel News Asia, saudara Rakich, yang dilaporkan bekerja di Singapura sebagai guru, lantas menelepon polisi.
Rakich pun ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Di sana, ketika dibawa keluar dari kendaraan, dia menggigit lengan kiri seorang polwan yang menuntunnya.
"Gigitan itu sangat kuat dan menyebabkan korban sangat kesakitan," ujar jaksa penuntut Benedict Teong kepada pengadilan.
Baca Juga: Ribut hingga Gigit Polisi, Pelanggar Lalu Lintas Tewas Diduga Dianiaya
Teong menambahkan, Rakich baru melepaskan gigitan setelah petugas lain turun tangan.
"Ketika dia melepaskan gigitannya, ada darah di mulut (terdakwa)."
Kemudian Rakich meninju telinga polwan yang lain di kantor polisi.
Polwan yang digigit Rakich telah dibawa ke rumah sakit dan diberikan suntikan tetanus serta hepatitis, juga obat pencegahan untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV.
Pihak berwenang mengonfirmasi, Rakich dijatuhi hukuman 26 minggu penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara