Suara.com - Seorang wanita diduga menyiramkan cairan asam ke pria 20 tahun yang disebut-sebut menjalin hubungan dengannya.
Insiden itu, dikutip dari NDTV, terjadi di Aligarh, Jeevangarh, Uttar Pradesh, India pada Kamis (24/10/2019).
Menurut keterangan polisi, wanita itu menyerang pacarnya setelah permintaannya untuk dinikahi ditolak.
Petugas Kepolisian Anil Simaniya CO dari Civil Lines mengatakan, "Nama pria itu adalah Faizad, selama enam bulan terakhir dia memiliki hubungan asmara dengan wanita yang diduga menyerangnya itu. Sejak bulan lalu, dia telah mengabaikan wanita itu, dan itulah mengapa dia diserang dengan asam."
"Kami telah mendaftarkan FIR (Laporan Informasi Pertama) di bawah pasal 326 A dan menangkap wanita terduga pelaku," kata seorang polisi.
Sementara itu, dr Khan Zone dari Pandit Deen Dayal Upadhyay Joint Hospital mengatakan, "Seorang pria berusia 20 tahun dirawat di sini setelah mengalami cedera akibat asam. Matanya terluka, dan tim dokter merawatnya."
Rukhsana, ibu dari korban, juga menceritakan tentang hubungan antara putranya dan wanita yang menyiramkan cairan asam.
"Gadis itu menelepon putra saya, tetapi putra saya menolak menerima teleponnya. Pada hari kejadian, gadis itu memanggilnya di pagi hari," kata Rukhsana.
"Anak saya yang lebih kecil dari korban mengatakan kepada saya bahwa kemungkinan gadis itu berhubungan dengan putra saya yang jadi korban. Gadis itu meminta putra saya untuk menikahinya, tapi anak saya tidak setuju, lalu terjadilah insiden ini," imbuhnya.
Baca Juga: Cari Informan Polisi, 6 Pelaku Tawuran Siram Air Keras ke Warga Bukit Duri
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah
-
KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo
-
Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
-
Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara