Suara.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo menyebut tata kelola Partai Golongan Karya (Golkar) semakin menyimpang. Ia pun menanggapi memanasnya bursa calon ketua umum Golkar dimana Bambang disebut-sebut akan ikut maju.
Hal ini disampaikan oleh Bambang Soesatyo dalam acara Sarinya Berita yang videonya diunggah ke kanal Youtube realita TV pada Jumat (8/11/2019).
Awalnya, pembawa acara Rahma Sarita menanyakan kepada Bambang Soesatyo terkait memanasnya bursa calon ketua umum Partai Golkar.
"Sudah memutuskan ini? Jadi ini?" tanya Rahma Sarita.
Bambang Soesatyo menjawab bahwa ia belum memutuskan apakah akan maju dalam pemilihan calon ketua umum Partai Golkar.
"Saya belum memutuskan apakah saya maju atau tidak karena saya harus melihat pasar dulu. Apakah saya didukung oleh mayoritas suara di daerah, yang pasti ada saatnya saya sampaikan kepada publik bahwa saya maju atau tidak, sabar aja," ucap Bambang yang tidak lama lagi akan mengumumkan apakah akan maju atau tidak.
Namun Bambang mengatakan bahwa sebagian besar kader Partai Golkar menginginkan perubahan di internal pengurusan partai.
"Banyak pimpinan daerah Partai Golkar dan kader-kader Partai Golkar di akar rumput itu merasakan bahwa tata kelola partai hari-hari ini semakin menyimpang dan jauh dari harapan," kata Bambang.
Pria kelahiran 10 September 1962 itu menyebutkan contoh penyimpangan yang terjadi di internal partainya. Seperti pergantian pimpinan alat kelengkapan dewan yang harusnya diputuskan dalam rapat pleno.
Baca Juga: Fakta Bambang Soesatyo, Koleksi Mobil Mewah hingga Penguasa Parlemen
"Kemarin itu plenonya justru mendadak. Itu hampir satu tahun lebih kita tidak pernah pleno. Sebuah partai politik agak aneh juga kalau tidak pernah mengadakan rapat," ucap Bambang.
"DPP yang kemarin ini, saya pengurus DPP, tapi hampir satu tahun tidak pernah ada rapat. Kemarin ada rapat pun baru sehari sebelumnya diberitahu," imbuhnya.
Rahma Sarita bertanya kembali, "Seberapa buruk manajemen di Golkar sekarang ini sampai dikatakan seperti itu?"
Bambang Soesatyo menjelaskan bahwa dalam semua hal di partai Golkar perlu adanya perubahan. Ia menyebutkan bahwa DPP tidak mengayomi kader-kader di daerah.
"Akhirnya mereka ke Jakarta curhat, ada yang sampai menggadaikan mobil, menggadaikan rumah. Semula pusat menjanjikan uang saksi, mereka sudah umumkan ada uang saksi, buka pelatihan begitu hari-H uang saksinya enggak turun," cerita Bambang Soesatyo.
"Sementara dia harus dituntut menyiapkan uang saksi. Ya, terpaksa daripada rumahnya digeruduk sama kadernya sendiri ya terpaksa jual mobil, gadai rumah, itu yang terjadi hampir seluruh daerah," tambahnya.
Bambang Soesatyo pun mengklaim bahwa ia telah mendapatkan lebih dari 90 persen suara untuk bursa calon ketua umum Partai Golkar.
"93 persen, ya kira-kira begitu, kalau saling klaim kita bisa mengklaim. Dia 92, saya tanya tim sukses pendukung saya, sudah berapa persen, kita 93 persen, oh ya sudah bagus kalau begitu," kata Bambang yang kemudian tertawa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta
-
Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta
-
Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima 50 Persen Gaji Pokok
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu