Suara.com - Polda Sumatera Utara menggeledah sepeda motor Rabbial M. Nasution, pelaku terduga bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan dua butir peluru.
“Ada ditemukan beberapa barang di sepeda motornya. Ada juga dua butir peluru dengan kaliber 22 milimeter,” kata Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin, seperti diberitakan kabarmedan.com - jaringan Suara.com, Kamis (14/11/2019).
Meski demikian, Mardiaz tidak merinci barang-barang lain yang diamankan dari sepeda motor terduga pelaku. Saat ini, barang-barang tersebut telah diamankan bersama dengan barang-barang lain yang disita dari rumah kontrakan Rabbial di Gang Melati 8, Jalan Pasar I Marelan.
Diketahui, sepeda motor itu terparkir di sekitar Mapolrestabes Medan. Sebelum melakukan penggeledahan, polisi lebih dahulu memasang garis polisi.
Saat itu, warga disuruh menjauh karena khawatir ada benda diduga bom yang kemungkinan besar bisa meledak. Petugas gegana, alias penjinak bom kemudian mendekati sepeda motor berplat BK 6846 CH itu.
Dengan memakai rompi dan helm pengaman, seorang petugas gegana mendekati motor berwarna hitam itu. Setelah itu, petugas membuka jok motor tersebut. Lalu petugas mengambil beberapa barang yang ada di jok lalu dimasukan ke plastik.
Barang itupun langsung dimasukkan ke mobil penjinak bom milik Gegana Polda Sumut. Kemudian mobil tersebut masuk ke Mapolrestabes Medan. Sedangkan sepeda motor itupun digiring sejumlah petugas kepolisian masuk ke Mapolrestabes Medan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender