Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merespons unggahan komika Pandji Pragiwaksono yang memamerkan foto lem Aibon. Ia mempertanyakan maksud unggahan Padji tersebut.
Anies melalui jejaring Twitter pribadinya membalas postingan Pandji yang secara khusus ditujukan kepadanya.
Dalam foto yang dibagikan, tampak Pandji Pragiwaksono berswafoto. Ia memamerkan wajahnya dengan ekspresi seperti menantang, sedangkan tangannya memegang botol lem Aibon.
Sebagai narasi unggahannya, Pandji pun menyapa Anies. "Halo Mas @aniesbaswedan," cuitnya, seperti dikutip dari Suara.com, Minggu (8/12/2019)
Mendapat sapaan seperti itu, tak berselang lama Anies pun memberikan respons. Ia mempertanyakan maksud unggahan Pandji.
"Anda mau masuk #tweetjahat ya?" tanya Anies.
Baru satu jam diunggah, cuitan Anies untuk Pandji pun mendapat 280 retweets dan 981 likes. Sementara Pandji belum memberikan komentar atas pertanyaan Anies.
Untuk diketahui, nama Anies menjadi sorotan setelah terbongkarnya anggaran janggal dalam RAPBD 2020.
Aanggota DPRD DKI dari PSI William Aditya Sarana menemukan beberapa kejanggalan dana yang fantastis dalam KUA-PPAS yang sempat diunggah ke laman Twitter pribadinya.
Baca Juga: Agar Kasus Penyelundupan Barang Mewah Tak Terulang, Ini Saran Pengamat
William menemukan kejanggalan seperti pengadaan alat tulis kantor, lem Aibon Rp 82,8 Miliar, bolpoin Rp123,8 miliar, pengadaan komputer Rp 121 miliar, hingga pengadaan tanki septik sebesar Rp 166,2 miliar.
Penemuan tersebut dilaporkan kepada Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta. Dari hasil keputusan BK, William divonis bersalah lantaran melanggar kode etik dan diberikan sanksi secara lisan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan