Suara.com - Budayawan Sujiwo Tejo mengajak khalayak untuk bersikap legowo menanggapi tindakan persekusi kepada anggota Banser NU. Ia menilai, jika kasus tersebut terus dipermasalahkan bakal memicu kegaduhan lain.
Pernyataa itu disampaikan Sujiwo Tejo melalui cuitan di jejaring Twitter pribadinya @sudjiwotedjo, Kamis (12/12/2019).
Sujiwo Tejo mempertanyakan tindak persekusi tersebut termasuk dalam delik aduan ataupun tidak. Pun bila masuk dalam kualifikasi tersebut, mestinya tidak perlu dikasuskan lagi.
Terlebih, korban persekusi sudah memaafkan oknum yang bersangkutan. Sehingga alangkah lebih baik jika kasus tersebut ditanggapi dengan lunak tak perlu diseret ke jalur hukum lantaran berpotensi memicu pertentangan lain.
"Hmmm.. persekusi terhadap anggota Banser ini masuk delik aduan nggak? Kalau delik aduan, dan korbannya sudah memaafkan serta legowo, gimana kalau nggak usah dilanjutkan aja proses hukumnya? Bukan apa-apa, nanti nggak selesai-selesai lingkaran balas-balasan sampai saling melapor ini," tulis Sujiwo Tejo.
Masih dalam utas yang sama, Sujiwo Tejo mengaku kalau pendapatnya tersebut terlontar setelah menyimak video viral yang beredar. Dalam video itu, terlihat korban persekusi tak terprovokasi. Hanya saja, banyak orang yang justru memanaskan suasana dengan provokasi untuk menangkap pelaku persekusi.
Ia pun kembali menegaskan, mestinya masyarakat fokus menjaga persatuan daripada terus mempermasalahkan kasus persekusi.
"Karena kalau aku rasakan video vitalnya .. anggota Banser ini cukup legowo.., ya tampak ada kesal-kesalnya dikit.. tapi di TL banyak yang ngomporin “tangkap pelakunya!!!’”. Terus kapan kita memutus lingkaran kegaduhan ini dan mulai konsen bahu-membahu kerja untuk kemaslahatan bersama?," imbuhnya.
Sejak dibagikan, cuitan Sujiwo Tejo telah mendapat 70 retweets dan 265 likes.
Baca Juga: Jokowi Tinjau Pembangunan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Untuk diketahui, dua anggota Banser Nu yakni ES alias Eko dan WS alias Wildan, menjadi korban persekusi di Jalan Ciputat Raya 1 Nomor 61, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada Selasa (10/12/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Video aksi persekusi tersebut viral di media sosial.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan, dua anggota Banser Depok itu mulanya mengendarai sepeda motor menuju Depok. Namun, ada satu pemotor yang membuntuti serta memepet kedua korban.
"Kemudian di TKP, anggota Banser tersebut sempat dipepet dan juga dicaci memakai kata-kata yang agak keras, sehingga korban merasa terancam dan terintimidasi," kata Bastoni di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).
Setelah menepi, pelaku yang diketahui berinisial H tersebut melayangkan kata-kata makian kepada kedua korban. Bahkan, aksi presekusi tersebut juga direkam oleh pelaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas