Suara.com - Sejak hujan deras pada Selasa (31/12/2020), banjir menggenang di sejumlah wilayah di Jabodetabek. Dari sejumlah daerah terdampak, Bekasi menjadi wilayah dengan genangan air paling banyak.
Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, setidaknya ada 169 titik banjir di Jabodetabek. Kawasan yang termasuk ke wilayah Provinsi Jawa Barat menjadi yang paling banyak dengan 97 titik.
"Bekasi 32 titik, Kota Bekasi 53 titik dan Kabupaten Bogor 12 titik," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1/2020).
Selain titik terbanyak, lokasi banjir dengan kedalaman paling parah juga ada di Bekasi. Genangan sedalam 1-2 meter juga tersebar di 49 titik.
"Kedalaman banjir tertinggi sebesar 2,5 m terjadi di Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi," katanya.
Kawasan paling sedikit berada di Banten dengan titik genangan berjumlah sembilan. Rinciannya, Kota Tangerang 3 titik dan Tangerang Selatan 6 titik.
Lalu, DKI Jakarta mempunyai 63 titik banjir dengan rincian Jakarta Barat 7 titik, Jakarta Pusat 2 titik, Jakarta Selatab 39 titik, Jakarta Timur 13 titik, dan Jakarta Utara 2 titik.
"Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi," imbuh Agus.
Baca Juga: Banjir Bandang Lebak, 2 Orang Hilang, 6 Orang Tertimbun Tanah
Berita Terkait
-
LIVE STREAMING: Kondisi Pengungsian Korban Banjir di Universitas Borobudur
-
Jakarta Dikepung Banjir, Publik Ramai Serukan Tagar #AniesGabisakerja
-
Penerbangan Solo - Jakarta via Halim Perdanakusuma Kembali Normal
-
Hujan Deras, Sheila on 7 Tampil Atrakatif Jadi Band Penutup Big Bang 2019
-
Banjir Surut, Bandara Halim Perdanakusuma Kembali Beroperasi
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim