Bisnis / Makro
Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa gagal membeli Harley-Davidson diskon di ICE BSD, Tangerang, pada Agustus 2026.
  • Sekjen Kemenkeu Robert Marbun memperingatkan bahwa potongan harga motor tersebut dikategorikan sebagai tindakan gratifikasi.
  • Purbaya sebelumnya sempat berniat menebus moge Harley-Davidson hasil lelang sitaan Kejaksaan Agung pada Juni lalu.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar gagal membeli motor Harley-Davidson karena dianggap gratifikasi. Padahal harga moge tersebut sudah termasuk diskon.

Mulanya Purbaya bercerita kalau dia dijanjikan bonus berupa potongan harga Harley-Davidson karena berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sebab selama ini rata-rata pertumbuhan hanya di angka 5 persen, atau bahkan di bawahnya.

"Kini, dalam dua kuartal terakhir, ekonomi kita tumbuh di atas 5,4 persen. Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 6 persen pada semester kedua tahun ini," katanya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, dikutip Rabu (5/8/2026).

Berkat itu, Purbaya guyon kalau dirinya meminta bonus berupa harga diskon Harley-Davidson. Hal itu dijanjikan karena berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi.

"Dia bilang, 'Kalau bisa majuin ekonomi, nanti dapat bonus beli Harley'. Saya sudah senang, oke, saya beli Harley. Ada bonusnya, diskon lah," lanjut dia.

Namun Purbaya diperingatkan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Sekjen Kemenkeu), Robert Marbun kalau diskon itu adalah gratifikasi. Untuk menghindari itu, ia tetap harus membayar harga penuh.

Ilustrasi. Harley Davidson FXD Dyna Super Glide (Webike)

"Tapi Sekjen saya bilang, 'Pak kalau diskon itu gratifikasi. Jadi enggak boleh. Bapak harus bayar pada harga penuh'. Yah, lemes gue," kelakar dia.

Ini bukan kali pertama Purbaya mengidamkan motor Harley-Davidson. Saat menghadiri lelang aset negara hasil sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Juni lalu, Purbaya juga melontarkan hal serupa.

Mulanya Menkeu Purbaya menanyakan ada tiga barang lelang yang tak dilunasi. Setelahnya ia bertanya apakah barang tersebut merupakan moge Harley-Davidson.

Baca Juga: Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

"Barangnya apa Pak? Enggak ada Harley Davidson ya Bu? Kalau ada Harley-Davidson saya mau tebus Pak," kata Purbaya.

Ia lalu bercanda bahwa cita-citanya saat ini adalah memiliki moge Harley-Davidson. Hanya saja itu urung tercapai karena dilarang istri.

"Saya enggak punya motor, tapi enggak boleh beli sama istri, Pak. Cuma cita-cita saja itu, Pak," guyon dia.

Purbaya lalu menanyakan kapan BPA Fair kembali dilaksanakan. Sebab ia tertarik ingin membeli aset hasil sitaan yang dilelang Kejagung dalam acara tersebut.

Ia bercerita kalau dirinya pernah mengikuti lelang dan mendapatkan aset berupa tanah dengan harga lumayan. Purbaya kemudian bertanya apakah pejabat boleh ikut tebus lelang tersebut.

"Saya mau ikutan. Saya pernah beli lelang Pak, dapat tanah lumayan lah. Ini boleh kan pejabat? Boleh enggak? Boleh ya? Saya pengin dapat yang murah-murah juga. Enggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naik kan ya? Kalau saya lihat itu harga pembukaannya murah, tapi harganya tinggi juga," papar dia.

"Tapi saya pengin tahu Bu. Sama pejabat lain suruh beli kalau ada. Mungkin mereka enggak berani beli ya Pak. Sudah pada kaya kali ya? Cuma saya saja yang duitnya pas-pasan," guyon Purbaya.

Load More