Suara.com - Perumahan Green Ville, Jakarta Barat masih banjir sampai, Jumat (3/1/2020). Banjir menggenangi dengan ketinggian bervariasi antara 1 sampai 2 meter akibat curah hujan tinggi pada malam Tahun Baru 2020.
Para petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan masih bersiaga di lokasi untuk membantu evakuasi warga. Dengan perahu karet, petugas keluar masuk mengangkut warga yang mau dievakuasi, namun ada pula warga yang tidak dievakuasi ikut serta.
"Ini mau beli makanan sama obat. Ada yang sakit. Nanti balik lagi," kata Sumarni (49), warga Perumahan Green Ville, Jakarta.
Bersama sejumlah warga lain, mereka menaiki perahu karet Dinas Kebakaran menuju pintu gerbang perumahan yang tidak terakses banjir.
Beberapa titik di perumahan elite tersebut masih tergenang cukup tinggi hingga dua meter, seperti di Blok R, S, V, W, dan X Perumahan Green Ville.
Rumah-rumah mewah tergenang banjir, ada yang ditinggalkan penghuninya, tetapi ada pula penghuni yang masih bertahan di lantai dua. Mobil dan motor juga terlihat terendam air di garasi, halaman, dan depan rumah.
Sumarni menyebutkan banjir mulai terlihat, Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 01.00 WIB, tetapi baru sebatas jalanan di perumahan.
"Paginya kok tahu-tahu masuk rumah. Ini sudah agar surut, kemarin tinggi lagi," kata perempuan yang baru setahun di Jakarta itu.
Sementara itu, Pengelola Penyelamatan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat H Wirawan mengingatkan ketinggian banjir di perumahan itu masih tinggi.
Baca Juga: Mendag Tinjau Pengungsian di Bekasi, Korban Banjir Minta Toilet Portabel
"Di dalam (perumahan) masih ada yang tiga meter. Tetapi, ini sudah surut sekitar satu meteran. Mudah-mudahan enggak hujan lagi," katanya.
Wirawan memastikan petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan masih akan bersiaga untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi. (Antara)
Berita Terkait
-
Menteri Basuki dan Anies Ribut soal Banjir, Luhut: Jangan Ditubruk-tubruk
-
Bengkel Ketiban Pulung, Motor Rusak Antre karena Terendam Banjir Jakarta
-
Jakarta Masih Berpeluang Hujan Sehabis Banjir, Anies: Kami Pantau Saja
-
SPBU Shell Terbakar saat Banjir, Polisi: Belum Ditemukan Unsur Kelalaian
-
Hotel Shangri-La Jadi Sorotan karena Tetap Asri Meski Sekitarnya Kebanjiran
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless