Suara.com - Aktivis Faizal Assegaf mengkritisi prediksi pengamat Rocky Gerung yang mengatakan pemerintahan Presiden Jokowi Jilid II tak akan sampai 2024. Hal itu dinilai memicu persoalan politik.
Melalui cuitan di jejaring Twitter pribadinya @faizalassegaf, Faizal mulanya mempertanyakan prediksi Rocky tersebut.
Ia lalu meminta Rocky untuk tidak bermain api. Sebab menurutnya, pernyataan soal pemerintahan Jokowi tak sampai 2024, merupakan isu sensitif sehingga berpotensi menimbulkan gejolak di dunia politik.
"Mulai viral, prediksi Rocky Gerung bahwa JKW tidak sampai 2024. Lantas berakhir tahun 2020? Sebaiknya Bung Rocky jangan bermain api dengan isu-isu sensitif tersebut," tulis Faizal seperti dikutip Suara.com, Kamis (22/1/2020).
Lebih lanjut, mantan pendiri Presidium Alumni (PA) 212 itu menambahkan, saran yang disampaikan kepada Rocky juga berlaku untuk semua pihak. Ia menekankan perlunya sikap menahan diri soal pemerintahan.
"Semua pihak harus menahan diri, tetapi bersatu kawal ketat kebijakan nasional. Damai itu indah!," imbuhnya.
Untuk diketahui, Rocky Gerung memprediksi pemerintahan Jokowi tak akan bertahan sampai 2024. Hal itu disampaikan melalui unggahan video kanal YouTube Rocky Gerung Official belum lama ini.
Menurut Rocky kekinian kepercayaan masyarakat terhadap konstitusi pemerintah telah menurun, sehingga muncul kegelisahan di pihak negara untuk memastikan masa depan pemerintahan.
Secara gambang, Rocky kemudian menyebut keberlangsungan pemerintahan Jokowi Jilid II tidak sampai 2024.
Baca Juga: Polisi Periksa Ahli Pidana sampai Sejarah di Kasus Sunda Empire
"Kalau orang berfikir bisa nggak presiden sampai 2024? Saya berfikir nggak nyampe tuh," ucapnya.
Jawaban itupun langsung disambut sorak penonton. Sementara Rocky kemudian membeberkan alasan asumsinya tersebut.
"Bukan saya inginkan dia enggak nyampe, tapi dia sendiri akan bikin dirinya enggak nyampe karena tadi ketidakmampuan mengolah public issue," papar Rocky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Beli Tiket Konser dan Fun Run Lewat Fitur Lifestyle BRImo, Hemat hingga Rp100 Ribu
-
Love Local 2026, Ajang Merayakan Inovasi Beauty Buatan Indonesia
-
Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe
-
5 Syarat dan Cara Dapat Subsidi Mobil Listrik dari Pemerintah
-
4 Pelembap Retinol Ampuh Pudarkan Bekas Jerawat dan Muluskan Tekstur Kulit
-
Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin
-
Sopir Avanza Tewas Tabrak Truk yang Lagi Berhenti di Tol Cijago
-
Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf
-
Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata
-
Fakta Hukum di Balik Terkaitnya Nama Nabila Gardena dalam Kasus Timah