Suara.com - Aksi petugas keamanan India yang menampar sejumlah penumpang pria beredar di media sosial. Tindakan tersebut dilakukan karena para penumpang nekat masuk gerbong khusus wanita.
Video tentang aksi tegas itu mulanya dibagikan oleh jejaring Twitter @anthraxxx pada Rabu (21/1/2020) dan seketika viral. Tak terkecuali di kalangan warganet Indonesia, salah satunya diunggah oleh akun @kondekturbus_.
Dalam rekaman berdurasi 33 detik itu, tampak seorang petugas keamanan wanita telah berjaga di pintu kereta ketika penumpang turun.
Petugas itu menarik keluar para penumpang pria yang nekat memasuki gerbong khusus wanita. Bahkan, ia tak segan untuk mendaratkan tamparan kepada para penumpang.
Tindakan itu juga dilakukan oleh petugas keamanan lain yang turut berjaga di stasiun. Mereka masuk ke gerbong, menarik paksa para penumpang keluar.
Sementara para penumpang tampak berusaha melindungi diri dari tamparan dan pukulan petugas.
Dalam narasi unggahannya, akun @anthraxxx menuliskan narasi, "Polisi India menampar pria yang bepergian menggunakan kereta khusus wanita di kereta api metro New Delhi".
Tak ayal, aksi tegas yang dilakukan petugas keamanan India tersebut mengundang perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberikan tanggapan seperti ini.
"Kalau di Indonesia justru cowok yang takut masuk gerbong wanita, sesama wanita saja saling jambak-jambakan rebutan bangku," tulis @jamsmory.
Baca Juga: Akhirnya Akui Harun Masiku di Indonesia, Ditjen Imigrasi: Kesalahan Sistem
"True, itulah kenapa saya justru merasa aman di gerbong yang campur. Gerbong perempuan itu zona tarung bebas,"cuit @larasjingga_.
"Patut ditiru nih....gaplokin," kata @kakiangbagoes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT