Suara.com - Video yang memperlihatkan seorang pria berkali-kali salah saat mengucapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang viral di media sosial.
Rekaman itu diunggah oleh beberapa warganet di Twitter. Salah satunya diunggah oleh aktivis Nahdlatul Ulama, Ahmad Syukron Amin dan anggota DPRD Jawa Timur, Ana Khozanah.
Melalui akun Twitter pribadinya, @syukronamin menunjukkan video sebuah pelantikan yang diunggah pada Selasa (21/1/2020).
Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat dua orang pria memakai kemeja putih, celana hitam dan peci saling berhadapan.
Salah satu pria membawa sebuah teks. Ia membaca naskah dalam teks tersebut.
Sementara pria yang lain diduga adalah orang yang dilantik. Pria itu tampak mengucapkan sumpah jabatan dengan meletakkannya Al Quran di atas kepala.
Pria yang membaca naskah menuntun pria lain untuk mengatakan "Negara Kesatuan Republik Indonesia". Namun orang yang dilantik berkali-kali salah ucap.
"Dan kesatuan republik kesatuan Indonesia," kata orang yang bersumpah.
Pria yang melantik mengulangi, "dan Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Baca Juga: 10 Perusahaan Indonesia Diajak Garap Megaproyek di Kongo
Namun sekali lagi pria yang disumpah salah menyebutkan kepanjangan dari NKRI. Orang lain yang hadir dalam pelantikan itu bahkan berusaha membantunya.
Akan tetapi sampai rekaman ini berakhir, orang yang mengucapkan sumpah jabatan belum benar mengucapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Syukron Amin mengomentari video itu dengan menulis, "Ternyata 'mempertahankan NKRI' itu susah".
Serupa dengan Syukron, dalam cuitan yang diunggah Rabu (22/1/2020) Ana Khozanah juga menulis, "Ternyata mempertahankan NKRI itu susah Bro Sis".
Tidak diketahui lokasi dan waktu pelantikan ini berlangsung. Baik Syukron Amin maupun Ana Khozanah tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Pantauan Suara.com, video tersebut telah disaksikan lebih dari 18 ribu kali dan mendapat ratusan like dan retweet.
Berita Terkait
-
Begini Akhir dari Peristiwa Ibu Tua yang Viral Ditendang di Pasar Gendeng
-
Viral Pemuda Bakar Kucing dan Makan Dagingnya, Alasannya Populasi Tinggi
-
Viral Ibu Tua Ditendang di Pasar Piyungan, Netizen: Ya Allah Ngga Tega
-
Viral Video Pengendara Memaki Polantas, Berakhir Minta Maaf
-
Jalan 5 Km Tanpa Alas Kaki, Remaja ini Sendirian Bawa Jenazah Ibunya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel