Suara.com - Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid mempertanyakan kebinakan pemerintah yang menutup akses sementara bagi pendatang dari China yang hendak masuk ke Indonesia.
Hidayat menanyakan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi apakah kebijakan pelarangan bakal diberlakukan kepada para pekerja asal China yang sudah tiba lebih dahulu ke Indonesia sebelum kebijakan itu dibuat.
Pertanyaan tersebut disampaikan Hidayat melalui akun Twitter pribadi miliknya @hnurwahid pada Minggu (2/2/2020) sore.
"MenLuRI;”Turis yang Pernah ke Tiongkok Dilarang Masuk ke Indonesia”. Bagaimana dengan turis dan tenaga kerja Tiongkok yang sudah terlanjur masuk ke Indonesia? Atau meraka malah sudah dijemput oleh pemerintah China, sebagaimana yang terjadi di Thailand dan Malaysia?" tulis Hidayat seperti dikutip Suara.com.
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia melarang seluruh pendatang asal China daratan untuk memasuki Indonesia. Larangan itu diberlakukan seiring merebaknya wabah virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan di negeri tirai bambu tersebut.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pelarangan itu bersifat sementara.
"Semua pendatang yang tiba dari mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia," ujar Retno usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (2/2/2020).
Selain memberlakukan larangan masuk, pemerintah Indonesia juga mengehentikan sementara bebas visa di negara China.
"Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara dihentikan," ujar Retno.
Baca Juga: Kasus Kematian Virus Corona Pertama di Luar China, Pria 44 Tahun!
Berita Terkait
-
Kasus Kematian Virus Corona Pertama di Luar China, Pria 44 Tahun!
-
Wabah Virus Corona, BWF Tunda Turnamen China Masters 2020
-
Warga Natuna Tolak Karantina WNI dari Wuhan, Apa Tanggapan Kemenkes?
-
Batuk dan Demam Jadi Alasan 3 WNI di Wuhan Gagal Pulang ke Indonesia
-
Kemenkes Pastikan WNI yang Pulang dari Wuhan dalam Keadaan Sehat
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau