Suara.com - Wanita lanjut usia bernama Rita (60) ditemukan tewas di kediamannya Jalan Berdikari II RT 2/ RW 9, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (3/2/2020). Jenazah Rita baru diketahui ketika warga sekitar mencium aroma tak sedap yang bersumber dari rumah Rita.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Herry Purnomo mengatakan penemuan jenazah Rita bermula tatkala salah satu warga setempat bernama Bramwetan mencium bau busuk dari rumah Rita sejak tiga hari lalu. Bramwetan mulanya hanya mengira bau busuk tersebut berasal dari bangkai seekor tikus.
Hanya saja, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB Bramwetan melihat banyak kerumunan lalat yang keluar dari rumah Rita. Lantaran curiga, Bramwetan pun akhirnya dibantu seorang warga lainnya bernama Hendrik Hendrian berusaha mendobrak pintu rumah Rita yang terkunci.
"Ternyata benar saksi Bramwetan dan Hendrik melihat korban sudah meninggal dunia di ruang dapur. Selanjutnya Bramwetan melaporkan ke ketua RT setempat dan melaporkan ke Polsek Jatinegara Jakarta Timur," kata Harry saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2020).
Menurut Harry, berdasar hasil penyelidikan sementara Rita diduga tewas lantaran penyakit jantung yang diidapnya.
Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada sekujur tubuhnya.
"Menurut keterangan warga korban tinggal di rumah tersebut seorang diri dan menurut keterangan, korban mempunyai riwayat penyakit jantung," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara