Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., menilai, pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul tak hanya sebatas pendidikan dan kesehatan saja, tetapi meliputi akhlak dan moralitas yang baik.
Hal itu dikemukakannya saat membahas Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Rapat Pleno ke-49 Dewan Pertimbangan MUI, di Kantor MUI Lantai 4, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).
"Dari dialog tadi, saya melihat ada pesan bagaimana membina manusia Indonesia yang berakhlak, kemudian beradab, maju, dan lain-lain," kata Mendagri.
Pembangunan SDM sejalan dengan visi Pembangunan Presiden Joko Widodo yang kini tengah menjadi program prioritas nasional.
"Ini sebetulnya paralel dengan visi Bapak Presiden. Nomor satu, membangun SDM unggul. SDM unggul itu bukan hanya sehat, pendidikan yang baik, terdidik dan terlatih, tapi juga memiliki akhlak dan moralitas yang baik," ungkapnya.
Sejalan dengan rencana Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII yang akan digelar MUI di Bangka Belitung pada akhir bulan ini, Mendagri berharap, kongres tersebut dapat menghasilkan operasionalisasi konsep SDM yang unggul dalam aspek akhlak.
"Saya kira saat kongres nanti, kita harapkan bisa membuat suatu kesimpulan yang bersifat strategis, yang bisa dioperasikan dalam rangka memperkuat konsep pembangunan SDM yang unggul, yang berakhlak itu kira-kira seperti apa, tapi yang jelas tetap dalam kerangka NKRI dan Pancasila," jelasnya. (*)
Berita Terkait
-
Tito Karnavian : Tak Terpengaruh Isu Corona, Wisatawan di Bali Tetap Ramai
-
Buntut Virus Corona Bali Jadi Kota Hantu, Mendagri: Nggak Benar!
-
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa, Mendagri Sederhanakan Birokrasi
-
Kemendagri Mengadakan Pembumian Mutiara-mutiara Pancasila di 20 Kampus
-
Kemendagri Undang 9 Universitas untuk Evaluasi Efektivitas Sistem Pilkada
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok