Suara.com - Pembangunan proyek flyover putar balik atau simpang tak sebidang di Poltangan dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menyulitkan warga dari arah Pasar Minggu untuk putar balik. Pembangunan tersebut juga mengakibatkan kemacetan.
Terkait itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan membuka perlintasan U-turn untuk sementara.
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rencananya yang dibuka bukanlah perlintasan putar balik lama dekat kampus Tama Jagakarsa yang telah lama ditutup. Ia akan membuat jalur baru yang tak jauh juga dari lokasi itu.
"Bukan itu (perlintasan lama) yang dibuka. Kami akan buka perlintasan di sana sampai proyek selesai," ujar Syafrin saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2020).
Syafrin menjelaskan, putar balik ini hanya diperuntukkan bagi pengendara yang melintas dari arah Pasar Minggu. Sementara untuk yang dari arah Depok yang ingin putar balik bisa dari Pasar Minggu.
Syafrin menyebut warga Pasar Minggu atau dari Poltangan memang kesulitan karena harus putar balik di Universitas Pancasila yang berjarak sangat jauh dari perlintasan sebelumnya.
"Mereka harus mutar jauh di Universitas Pancasila. Dari situ butuh waktu tambahan 1,5 jam. Kemudian macetnya luar biasa. Kita akan membuka pintu perlintasan sebidang sementara di sisi utara perlintasan," jelasnya.
Kepala Suku Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Setiawan, mengatakan jalur putar balik ini akan dibuka rencananya pada 27 Februari mendatang. Namun ia masih mempersiapkannya dengan pihak terkait untuk mengatur masalah penjagaan hingga palang pintunya.
"Rencana seperti itu, tapi kan kita masih menunggu izin dari Kementerian Perhubungan. Dirjen kereta api," pungkasnya.
Baca Juga: Proyek Fly Over Poltangan Bikin Macet, Dishub DKI Kaji Buka U-turn Lama
Diketahui, dua proyek flyover tapal kura ini mengakibatkan kemacetan parah. Pengerjaannya membuat macet karena harus memakan badan jalan kendaraan bermotor. Hanya satu dari tiga lajur yang disisakan akibat pengerjaannya.
Bahkan, imbas pembangunan proyek fly over poltangan, untuk melaju dari Pasar Minggu ke arah Depok, satu jalur ditutup sepenuhnya dan harus melewati pom bensin. Setiap harinya terjadi kemacetan parah karena kendaraan yang ingin putar balik hanya bisa menggunakan U-turn Universitas Pancasila atau Pasar Minggu.
Berita Terkait
-
Anies Klaim Kemacetan di DKI Turun, Faktanya Tak Ada yang Berubah
-
Habis Santap Nasi Goreng, Remaja di Pasar Minggu Dibunuh Sekelompok Orang
-
Masa Uji Coba, Underpass Kentungan Sudah Dibuka
-
Berteduh di Bawah Flyover dan Underpass Bisa Kena Tilang Rp 250 Ribu
-
Proyek Fly Over Poltangan Bikin Macet, Dishub DKI Kaji Buka U-turn Lama
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!