Suara.com - Seorang ibu hamil terungkap ikut karantina virus corona di Pula Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan ibu hamil itu dalam keadaan sehat.
Ibu hamil itu dalam pengawasan khusus.
"Kami pantau khusus untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya," kata Yudo di Dermaga Pulau Lipan, Rabu (4/3/2020).
Perempuan itu sempat meminta susu khusus ibu hamil kepada tim kesehatan Kogasgabpad. Kesehatan ibu hamil itu akan terus dipantau tim dokter khusus hingga selesainya proses karantina virus corona.
Yudo memastikan hari keenam observasi 188 pekerja kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil dalam keadaan sehat dan nyaman. Para pekerja itu memulai proses observasi sejak Jumat (28/2) bersama 67 petugas kesehatan selama 14 hari.
Para peserta observasi diberikan hiburan seperti karaoke, organ tunggal, gitar, sarana olahraga hingga dapur untuk masak. Sebagian besar mereka memiliki latar belakang juru masak.
Selain itu, peserta observasi diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkomunikasi dengan keluarga melalui jaringan telekomunikasi seluler. (Antara)
Berita Terkait
-
Pemilik Ratusan Ribu Masker di Tangerang Sudah Dua Kali Kirim ke Guangzhou
-
RS Saiful Anwar Malang Klarifikasi Pasien Meninggal Diduga Akibat Corona
-
Pesan Menteri Tito ke Warga soal Corona: Jangan Stres dan Terus Berdoa
-
Wali Kota Malang Pede Tak Ada Warganya Terinfeksi Virus Corona
-
Cegah Virus Corona Covid-19, Kapan Waktu Cuci Tangan yang Tepat?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam