Suara.com - Saat negara sedang melakukan lockdown dan warga dikarantina di China. Sekelompok gajah malah membajak ladang sambil tak sengaja minum corn wine sampai ketiduran karena mabuk.
Pemandangan unik itu diunggah oleh akun Facebook Epicalyptic pada Rabu (18/3/2020).
BACA JUGA: Kanal di Venesia Lebih Jernih Pasca Lockdown, Warganet: Kita Lah Masalahnya
"Ketika manusia melakukan social distancing, 14 gajah masuk ke sebuah desa di provinsi Yunan, mencari jagung dan makanan lainnya," tulis akun Epicalyptic.
"Mereka akhirnya minum 30 kg corn wine dan mabuk sehingga mereka tertidur di kebun teh terdekat," tambah akun tersebut.
Pada unggahan itu terlihat beberapa gajah yang sedang makan, sementara beberapa yang lain sudah tertidur di tanah. Potret itu tentu menghadirkan berbagai komentar dari warganet.
"Lucunya! Coba bisa lihat mereka jalan sambil mabuk. Mereka kelihatan senyum saat tertidur," komentar seorang warganet.
"Senang sekali, saya melihat kalau alam sedang beristirahat dari orang-orang jahat," tambah warganet lain.
"Dari mana lucunya sih, lihat gajah cari makan ke desa kan menunjukan persediaan makan mereka di hutan sudah habis. Ini refleksi untuk kita semua kalau modernisasi agrikultur membuat habitat terganggu," sanggah warganet lain dalam kolom komentar.
Baca Juga: Liga 1 2020 Tengah Off, Abduh Lestaluhu Tetap Tak Mau Berleha-leha
Selain gajah di China, Penguin di wisata aquarium Chicagi, Illonois, Amerika Serikat juga bisa bergerak bebas. Dengan lucunya, para penguin melihat akuarium yang menampung banyak ikan.
"Beberapa penguin berkunjung ke binatang lain di Shedd. Mereka tampaknya paling tertarik dengan ikan-ikan," tulis pihak Shedd Aquarium di akun twitter resmi mereka.
Perubahan alam yang terjadi sejak Covd-19 memang cukup signifikan karena menurutnya polusi udara terutama di negara-negara yang menerapkan lockdown.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT