Suara.com - Pada awal pekan, Senin (22/3/2020) KRL Commuter Line memberlakukan perubahan jadwal operasional sehubungan pencegahan pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19. Keputusan ini menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang dan tidak terlaksananya imbauan social distancing atau jaga jarak.
Kekinian, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan evaluasi atas penyesuaian jadwal dengan keputusan baru, bahwa jadwal KRL Commuter Line kembali normal mulai Selasa (23/3/2020) sore pukul 15.00 WIB hingga seterusnya.
Dengan adanya normalisasi jadwal atau schedule, KRL Commuter Line siap beroperasi melayani 991 perjalanan per hari, dimulai pukul 04.00 WIB dan berakhir 24.00 WIB, dan meliputi jangkauan seluruh rute KRL ke 80 stasiun wilayah Jabodetabek.
Pantauan dari media sosial Twitter, para pengguna jasa layanan KRL Commuter Line menyampaikan apresiasi dan salut atas putusan ini.
Seperti Cia Clarissa dengan akun @CiaClarissa2, menyatakan, "Setelah jadwal dibuat kembali seperti semua (tidak dikurangi), terbukti bisa meminimalisir penumpukan yang terjadi di kereta, sehingga social distancing dapat terwujud. Thank you buat @CommuterLine yang sudah mau menampung dan mempertimbangkan keluhan kami kemarin."
Senada @stanislauselvano yang menulis kepada @CommuterLine, "Terima kasih, KRL jadi nyaman kembali, social distancing bisa berjalan dengan baik". Yang turut direspon @polos_kucing yang menyatakan, "@CommuterLine thx social distancing" dan @Yassmina_ dengan, "Bravo @CommuterLine" dan emoji hati.
Sementara akun @membahana16, Ridwan Aprizl memberikan apresiasi kepada para petugas CommuterLine, "Terima kasih kepada para petugas dengan dedikasi tinggi telah mengatur @Commuterline. Respect."
Mengunggah potret suasana Stasiun Duri, Jakarta, @haris_3mw3ha menyampaikan "hatur nuhun @commuterLine atas kembalinya schedule semula. Cc @komuterid @krlmania."
Atau @EchAryanti yang senada, "akhirnya dikembalikan jadwl seperti biasa, Bogor - Jakarta Kota, terima kasih @CommuterLine."
Baca Juga: Best 5 Otomotif Pagi: Ultah Putra Nagita Slavina, Pabrik Mobil Bikin Masker
Catatan dari Redaksi:
Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain, sekitar 1,5 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali keperluan berbelanja atau berobat. Bersama-sama, kita bisa mengatasi pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?