Suara.com - Kesabaran warganet kembali diuji. Kali ini, gelombang kemarahan warganet tertuju pada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) karena tanpa alasan yang jelas memblokir situs penyedia layanan subtitle, subscene.com.
Terpantau sejak hari Jumat (20/3/2020), situs penyedia subtitle untuk film berbahasa asing itu sudah tak dapat diakses. Apabila alamat situs www.subscene.com diklik maka yang muncul adalah label Internet Positif.
"Situs yang kamu tuju tidak dapat diakses karena bermuatan negatif," demikian isi pesan yang tertera dalam layar ketika membuka subscene.
Mengetahui hal ini, warganet pun berbondong-bondong melampiaskan kekesalannya di media sosial. Mereka kesal lantaran situs tersebut diblokir tiba-tiba bahkan ketika negara sedang dalam situasi wabah.
"Lol subscene diblokir. Orang-orang lagi rame COVID-19 ini Kominfo justru blokir subscene. Indonesia juara dagelan emang," tukas @Tutski via Twitter.
Padahal, saat ini sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu di rumah guna mematuhi anjuran physical distancing yang digalakkan pemerintah.
Salah satu hiburan yang dapat dilakukan di rumah adalah menonton film. Namun, sejak subscene diblokir, menonton film asing menjadi lebih sulit.
"Yak, subscene diblokir oleh Telkomsel dan Indihome. Congrats guys, Anda membuat #dirumahaja menjadi lebih sulit," kata akun @pepeishaam.
Sementara itu, menurut akun @K_DramaIndo, situs subscene masih bisa diakses menggunakan provider Tri.
Baca Juga: Langka, Ilmuwan Temukan Lebah Berkelamin Ganda
"Subscene kena Internet Positif? Ga bisa diakses lagi? Udah diblokir pemerintah? Tenang, masih bisa pakai VPN atau provider yang enggak kena blokiran gaes. Mimin pakai Tri dan masih baik-baik saja," tulisnya.
Namun, tak lama kemudian provider tersebut juga memblokir akses menuju subscene.
"Gara-gara pamer ke netijen kalau Tri baik-baik saja, mulai Selasa kemarin akhirnya Tri kena internet positif juga," lanjutnya.
Warganet pun mempertanyakan motif di balik pemblokiran tersebut.
"Ini subscene ikut-ikutan diblokir juga. Maunya Kominfo apa sih? kata @Biancoriza.
Sementara itu, hingga saat ini, Kominfo tak memberikan klarifikasi terkait pemblokiran subscene. Pasalnya, situs penyedia subtitle gratis itu tak memuat konten negatif seperti konten porno atau yang lainnya. Situs tersebut populer karena menyediakan jasa terjemahan untuk film-film bahasa asing secara gratis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pelemparan Bom Molotov di Koja Terekam CCTV, Diduga Dilakukan 4 Orang
-
Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek
-
Bukan di Jalanan! Pengamat Sebut Pengerahan Siswa Batam Dukung MBG Justru Rusak Citra Program
-
Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop
-
Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian