Suara.com - Penyebaran wabah Covid-19 setiap hari terus bertambah di Indonesia. Transmisi virus baru itu terus meningkat ditengah pergerakan orang-orang dan interaksi sosial masyarakat yang tak terbendung.
Wabah ini menjadi hantu bagi masyarakat saat ini. Mulai banyak pertanyaan dari publik, apakah pendingin udara atau AC di rumah dan mobil aman dalam kondisi sekarang terkait penyebaran Covid-19? bagaimana dengan AC di ruang publik seperti rumah sakit?
Kamis (9/4/2020), pakar epidemiolog dan peneliti pandemi dokter Dicky Budiman dalam sebuah diskusi daring menjelaskan bahwa berdasarkan berbagai penelitian AC rumah cendrung lebih aman karena letak mesinnya di atas.
"Berbeda dengan AC di rumah sakit, hotel karena AC nya di letaknya bawah, kalau AC di rumah kan di atas. Jadi lebih aman," kata Dicky dalam diskusi daring yang digelar Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA).
Namun untuk AC mobil terkait transmisi virus corona belum ada penelitian terbaru mengenai hal tersebut. Di beberapa negara di Eropa justru tak dianjurkan orang berkendara lebih dari dua orang dalam satu mobil.
"Saran saya untuk di mobil sendiri atau dengan orang rumah aman, tapi kalau dengan orang lain saya tidak menyarankan," ujarnya.
Epidemiolog penyakit menular ini menuturkan, virus corona adalah yang terbaru di dunia yang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinnya. Sehingga belum diketahui kapan pastinya wabah ini berakhir.
Satu-satunya solusi adalah memutus mata rantai penyebaran dengan melakukan lock down atau karantina wilayah secara ketat dalam waktu tertentu. Tidak boleh ada warga yang keluar, sehingga penanganannya lebih optimal.
"Seperti yang dilakukan di Wuhan, mereka melakukan lockdown dan penjagaan secara ketat. Jadi harus ada penanganan yang ekstra," jelasnya.
Baca Juga: Terungkap! Dibanding Kain, Masker Bedah Lebih Efektif Blokir Virus Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim