Suara.com - Warga Pasuruan, Jawa Timur mendesak agar kuburan jenazah pasien positif virus corona dibongkar dan dipindahkan. Setelah prosesi pemakaman pasien corona asal Jakarta itu selesai, sekelompok orang berteriak meminta kuburan dibongkar.
Sementara itu, jagat media sosial dihebohkan dengan paket sembako murah seharga Rp 15 ribu. Isi paket tersebut ternyata lebih mirip seperti kemasan bumbu mi instan.
Selain dua berita diatas, Suara.com telah merangum beberapa berita heboh lainnya sepanjang Senin (13/4/2020).
1. Warga Datangi Kuburan, Desak Makam Jenazah Pasien Corona Dibongkar
Aksi penolakan pemakaman jenazah pasien virus corona baru Covid-19 kembali terjadi. Kali ini, insiden tersebut terjadi di Pasuruan, Jawa Timur.
Aksi tersebut terekam kamera dan videonya menuai kecaman publik. Salah satunya dibagikan oleh pemilik akun Facebook Suryono Tri, Senin (13/4/2020).
2. Beli Paket Sembako Murah Rp 15 Ribu, Ternyata Isinya Kayak Bumbu Mi Instan
Jagat media sosial dibuat heboh oleh penjualan paket sembako murah seharga Rp 15 ribu, di tengah wabah virus corona covid-19. Namun, saat dibeli ternyata isi paket sembako tersebut membuat warganet geram.
Baca Juga: Pemprov Jabar Keluarkan Pergub Pelaksanaan PSBB Bodebek, Begini Isinya
Penampakan paket sembako murah itu dibagikan oleh akun Twitter @mazzini_gsp. Menurutnya, penampakan paket sembako tersebut mirip seperti kemasan bumbu mi instan.
3. Misteri Suara Dentuman di Depok dan Jakarta Terungkap
Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengungkap hipotesa sumber suara dentuman yang diduga berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau, Banten. Suara dentuman itu terdengar di Jakarta, Bogor, dan Depok pada 11 April 2020.
Mirzam Abdurrachman menjelaskan sampai saat ini belum diketahui secara pasti sumber asal suara dentuman tersebut. Namun menurutnya, suara dentuman bisa terjadi salah satunya karena aktivitas magma dari suatu gunung api, akibat perpindahan magma secara tiba-tiba dari dapur magma ke lokasi yang lebih dangkal.
Berita Terkait
-
Tenaga Medis Lakukan Ini Agar Warga Tidak Tolak Jenazah Pasien Corona
-
Tenaga Medis: Kami Berikan Jasa Kami, Jangan Tolak Jasad Kami
-
Berkostum Superhero, Polisi di Pasuruan Semprotkan Cairan Disinfektan
-
Sudah Mamam Belum? Yuk, Sarapan Mi Rasa Oli
-
Ngamuk di RS! Keluarga Tolak Jenazah Dibawa Ambulans Pasien Corona
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032
-
Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik
-
Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang
-
Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
-
Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah