Suara.com - Baru-baru ini Presiden Jokowi mempertanyakan perihal penerapan kebijakan lockdown yang kurang efektif. Bahkan pertanyaan Presiden Indonesia Ke-7 ini hingga mengundang respons jurnalis asing Max Walden.
Ia kemudian menyebutkan Vietnam sebagai salah satu negara yang menerapkan lockdown mampu bangkit dari serangan pandemi Covid-19 ini.
"Vietnam yang GDP [Gross Domestic Product] per-kapitanya lebih rendah dari Indonesia dengan sigap menerapkan lockdown yang ketat sehingga hasilnya saat ini mereka perlahan sudah kembali pulih," kata Max lewat akun Twitter-nya @maxwalden_.
Menurut WHO, Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang paling sigap untuk melawan virus corona ini. Virus corona pertama kali muncul di Vietnam pada tanggal 23 januari di Kota Hi Chi Minh.
Seminggu setelahnya, pada 1 Februari, pemerintah mengumumkan corona sebagai sebuah epidemi. Kemudian, pada 13 Februari, Kementerian Kesehatan memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi untuk tidak bepergian dan diawasi selama 20 hari.
Pada awal April, Pemerintah Vietnam secara resmi berlakukan langkah pembatasan, mengharuskan orang untuk tinggal di rumah kecuali untuk keadaan darurat atau untuk membeli makanan dan menjaga jarak setidaknya 2 meter
Vietnam kemudian langsung melarang wisatawan atau warga negara asing dari China dan Korea Selatan masuk ke negara tersebut. Termasuk warga Iran dan Italia yang datang juga harus menjalankan karantina selama 14 hari terlebih dahulu sebelum masuk Vietnam.
Melansir Asia.nikkei.com, Ha Giang, yang terletak di dekat perbatasan China, langsung mengumumkan lockdown untuk mencegah penyebaran penyakit dari seorang pasien yang dikonfirmasi pada 8 April.
Kemudian di kota Hanoi, Provinsi Bac Ninh, Provinsi Ha Giang dan Kota Ho Chi Minh akan mempertahankan beberapa pembatasan kegiatan. Hanya di beberapa bagian kota Hanoi yang ditetapkan sebagai berisiko tinggi, langkah-langkah penjagaan sosial penuh tersebut akan tetap berlaku hingga 30 April.
Baca Juga: Vietnam Sediakan ATM Beras Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Bagi warga yang melanggar kebijakan tersebut, akan dikenakan denda berat bahkan pidana. Melannsir Vietnam News Agency, bagi mereka yang tidak mengenakan masker akan dikenakan dengan 300.000 Dong atau Rp 200.000.
Hasilnya, hingga Kamis (23/04) jumlah kasus positif tercatat sebanyak 268 dan belum ada laporan kasus meninggal akibat Covid-19, mengutip laman John Hopkins.
Sebelumnya, Jokowi menyoroti kebijakan lockdown yang dinilainya tidak efektif. Bahkan, Jokowi memberikan tantangan untuk menunjukkan negara yang berhasil melakoni lockdown dan menyetop penyebaran Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam acara Mata Najwa bertajuk 'Jokowi Diuji Pandemi' yang ditayangkan di Trans 7 pada Rabu (22/4/2020) malam.
"Bukan masalah budget. Kita juga belajar dari negara lain apa lockdown itu berhasil menyelesaikan masalah, kan tidak. Coba tunjukkan negara mana yang berhasil melakukan lockdown dan menghentikan masalah ini, nggak ada menurut saya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
-
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
-
DJKI Hadirkan Layanan KI di MPP Jakarta, Permudah Akses dan Pendampingan Masyarakat
-
Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya