Suara.com - Hingga kini penelitian dan pengembangan obat dan vaksin virus corona terus dikebut.
Masyarakat juga sepertinya memantau setiap obat yang dites sebagai tameng Covid-19 ini.
Dikutip dari Business Insider pada Selasa (28/04), bahan aktif dalam banyak obat sakit magg sedang dipelajari sebagai kemungkinan obat virus corona.
Hal tersebut berdampak pada ludesnya obat-obat dengan kandungan tersebut di toko-toko obat Amerika Serikat.
Famotidine, antasid dan antihistamin yang ditemukan pada obat gejala sakit magg dan heartburn, saat ini sedang digunakan dalam uji coba oleh para peneliti di Northwell Health di wilayah Kota New York.
Bahkan ketika Dr. Kevin Tracey salah satu peneliti New York, mendesak orang untuk tidak menimbun obat-obatan tersebut dan memakainya sebagai obat Covid-19, pengecer seperti Amazon dan Walgreens sudah mengalami kekurangan stok.
Di Amazon keberadaan obat tersebut sudah terjadi kelangkaan sejak Senin (27/08). Begitu juga di CVS, perusahaan farmasi terbesar AS juga sudah kehabisan stok obat tersebut.
Kelangkaan obat-obatan tersebut juga terjadi di Los Angeles, Chicago, Houston dan kota-kota lain. Perusahaan farmasi lainnya seperti Walgreens juga kehabisan persediaan obat tersebut.
Dr. Kevin Tracey juga menyayangkan hal ini bisa terjadi, sebab terlalu dini untuk menyatakan bahwa famotidine akan berguna dalam pengobatan pasien virus corona.
Baca Juga: Imbas Pandemi Covid-19, Perluasan Stadion Anfield Mundur Satu Tahun
Terlebih belum ada hasil resmi mengenai penelitian obat-obatan tersebut sebagai obat Covid-19.
"Anda tidak harus pergi ke toko obat dan minum banyak obat sakit maag," kata Dr. Kevin kepada CNN.
Kekhawatiran ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal penelitian ini dilaksanakan.
"Jika kita membicarakan hal ini kepada orang yang salah atau terlalu cepat, pasokan obat akan habis," kata Dr. Tracey dikutip dari Business Insider.
Sebelumnya juga ada obat-obatan yang dianggap mampu untuk menanggulangi Covid-19 yakni hydroxychloroquine. Namun juga belum ada hasil resmi mengenai kebenaran tersebut.
"Ketakutan, kekacauan, dan kepanikan adalah ancaman yang jauh lebih besar bagi kemanusiaan daripada virus, terutama untuk terapi yang mungkin atau tidak mungkin berhasil," ujar Michael Rea, CEO Rx Savings Solution.
"Jangan biarkan rasa takut menentukan keputusanmu. Hanya gunakan obat, minta resep obat, membeli obat jika kau benar-benar membutuhkannya."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI