Suara.com - Ms Salha Mesbee merupakan salah satu pasien covid-19 asal Singapura yang meninggal dunia. Ada kisah haru yang terjadi sebelum ia menghembuskan napas terakhir.
Warga Singapura berusia 58 tahun itu telah melakukan perjalanan ke Turki bersama suaminya sebelum dinyatakan positif mengidap virus corona pada 26 Maret dan meninggal pada 30 April, seperti dilansir dari Channel News Asia.
Ms Salha Mesbee ini adalah pasien termuda di Singapura yang meninggal karena virus COVID-19.
Siti Noraisah Ali, anak tertua dari Salhha Mesbee ini mengatakan bahwa seminggu sebelum kematian ibunya, seorang dokter memberi tahu dia melalui telepon bahwa sang ibu sudah bebas dari virus corona.
"Mama dipastikan bebas dari covid-19. Sayangnya, tubuhnya tidak dapat bertahan lebih lama lagi," kata Ms Noraisah dikutip dari CNA.
"Kami diberi tahu bahwa kondisi Mama telah memburuk, dampak virus telah mencapai otaknya dan harapannya tipis," kata ibu rumah tangga, yang menjalankan bisnis rumahan.
Ayah dan dua saudara lelakinya juga ikut terpapar covid-19, namun mereka berhasil sembuh dan dipulangkan. Sedangkan Ms Salha tetap dirawat intensif kareana terjadi komplikasi.
"Dia dirawat di unit perawatan intensif (ICU) karena paru-parunya lemah dan tekanan darahnya rendah. Kemudian mulai menyebar ke organ lain seperti ginjal dan jantung. Dokter mengatakan dia adalah salah satu pasien yang sangat kritis," jelas Ms. Noraisah.
Ketika Ms Salha dinyatakan bebas virus covid-19, memunculkan sedikit harapan di keluarganya.
Baca Juga: Besok Longgarkan Lockdown, Singapura Catat 573 Kasus Baru Virus Corona
"Pertarungannya dengan covid-19 telah berakhir. Kami senang karena ia tidak lagi menderita penyakit tersebut," kata Noraisah.
Tapi harapannya hilang satu hari kemudian, ketika keluarga menerima kabar mengejutkan dari dokter.
"Pada malam terakhir tersebut, dokter memeriksa matanya. Mama tidak merespons cahaya, jadi dokter melakukan CT scan dan menemukan pembengkakan di otaknya," katanya.
"Keesokan paginya, dokter memastikan bahwa ia mengalami otaknya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehiudupan, dia mengandalkan sistem alat pendukung untuk bertahan hidup. Kami harus membuat keputusan untuk terus melakukan perawatan atau membiarkannya pergi."
Noraisah mengatakan para dokter dan perawat sudah berjuang dan merawat ibunya dengan baik. Karena dinyatakan bebas virus, keluarga diizinkan membawa jenazah pulang untuk upacara pemakaman.
"Kami khawatir jika kami tidak diizinkan melihat jenazah Mama untuk yang terakhir kalinya. Kami sangat berterima kasih. Kami senang kami bisa membawanya pulang dan melakukan prosesi pemakaman secara normal," kata Noraisah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat