Suara.com - Setelah jadi perbincangan hangat di dunia selama tiga minggu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akhirnya menepis rumor yang menyebutkan dirinya telah meninggal.
Rumor Kim Jong Un meninggal terpatahkan setelah diktator Korut itu meresmikan sebuah pabrik, pekan lalu.
Siapa sangka, sebelum menjadi penerus tongkat kepemimpinan Korea Utara dari sang Ayah, Kim Jong Un kecil pernah bersekolah di Swiss.
Kala itu di tahun 1996, ayahnya, Kim Jong Il mengirim Kim Jong Un yang masih berusia 12 tahun, bersekolah di pinggiran Kota Bern, Swiss, ketika Korea Utara dilanda bencana kelaparan yang menewaskan hingga 3 juta orang.
Teman sekelasnya di Sekolah Liebefeld-Steinholzli di Bern pada tahun 1998, Joao Micaelo, menggambarkannya sebagai anak pendiam yang bisa temperamental dan terobsesi dengan bola basket, terutama Michael Jordan.
Kim Jong Un, kata Micaelo, juga sangat menyukai film-film Hollywood yang dibintangi aktor Jean-Claude Van Damme.
"Dia pendiam, tapi dia juga penentu," kata Micaelo dikutip Suara.com dari New York Post, Selasa (5/5/2020).
Di sekolah tersebut Kim Jong Un menggunakan nama palsu "Pak Chol" dan guru-guru di sana diberitahu bahwa dia adalah putra diplomat Korea Utara.
Micaelo mengatakan Kim Jong Un pernah mengaku bahwa dia adalah putra pemimpin Korea Utara. Namun Micaelo tak percaya sampai Kim Jong Il menggantikan ayahnya, Kim Jong Il, sebagai penguasa baru Korea Utara pada tahun 2011.
Baca Juga: Ini Sosok Dibalik Sukses Vinales Juara Virtual MotoGP Spanyol
Michel Riesen, guru Kim Jong Un di Sekolah Liebefeld-Steinholzli, menceritakan Kim Jong Un merupakan pribadi yang baik hati dan humoris.
Riesen mengatakan Kim Jong Un sering berjalan kaki ke sekolah dari rumah sederhana yang ia tinggali bersama bibinya—yang kala itu mengaku sebagai ibu Kim—dan anggota keluarga lainnya, yang tinggal tak jauh dari kedutaan Korea Utara.
"Jika saya melihat ke belakang, saya melihat seorang anak lelaki Asia yang ramah dan lembut," kata Riesen kepada NBC New pada tahun 2018.
Sementara menurut sang bibi, Kim Jong Un sangat tergila-gila pada bola basket. Kim Jong Un sering mengenakan kaus NBA, memiliki koleksi sepatu Nike yang mahal, dan mengenakan baju olahraga yang bagus.
Kim Jong Un, lanjut sang Bibi, tidak pernah mengenakan celana jeans. Karena jeans adalah simbol kapitalisme dunia bara yang dibencinya.
Sementara itu Jason Lee, pria kelahiran Korea Utara, yang setahun lebih muda dari Kim Jong Un dan membelot ke Korea Selatan, lalu ke Amerika Serikat pada tahun 2014, mengatakan bawa banyak masyarakat Korea Utara sangat terkungkung.
"Tidak ada yang bisa mengakses internet di Korea Utara. Tapi mereka bisa melakukannya ketika mereka ke luar dari sana," kata Lee yang kini tinggal di Washington DC.
"Masyarakat Korea Utara tahu mitologi keluarga Kim Jong Un itu palsu. Tapi mereka tidak bisa menentangnya. Seluruh keluarga mereka akan dihukum jika menentang. Mereka menyebutnya aturan tiga generasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kisah Ayah Angkat Asuh dan Ajari 10 Anak Korea Utara selama Lockdown
-
Salah Spekulasi soal Kesehatan Kim Jong Un, Para Pembelot Minta Maaf
-
Ajak Ahmad Dhani Keliling Perpustakaan, Topi Fadli Zon Bikin Gagal Fokus
-
5 Terpopuler: Luka di Tangan Kim Jong Un hingga Penyebab Mematikan Corona
-
Korsel Sebut Kim Jong Un Menghilang Bukan karena Jalani Operasi, Tapi...
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan