Suara.com - Tingkah Presiden Brasil, Jair Bolsonaro kembali menuai kecaman publik. Dia kedapatan bermain jetski dan melanggar praktik jarak sosial saat negaranya tengah dihantam krisis pandemi virus Corona.
Menyadur dari The Guardian, Bolsonaro sebelumnya ingin menggelar pesta barbeku dengan mengundang 1.300 orang ke Istana Presiden pada Sabtu (9/5/2020).
Rencana dari politikus sayap kanan Brasil itu akhirnya batal digelar lantaran menuai pertentangan dari publik. Kritikus menyebut itu akan mejadi pesta 'barbeku kematian'.
Namun, seakan tak ingin berhenti berulah, Jair Bolsonaro justru terlihat tengah asyik bermain jetski di Danau Paranoa.
Aksi itu dilakukannya hanya berselang beberapa jam usai membatalkan pesta barbeku, sebagaimana disadur Suara.com dari The Guardian, Senin (11/5/2020).
“10.627 kematian. 10.627 kematian. 10.627 kematian. 10.627 kematian. 10.627 kematian," tulis politisi sayap kiri Marcelo Freixo dalam unggahan video Bolsonaro bermain jetski di Twitter, Minggu (10/5/2020).
“Bolsonaro adalah spesimen keji. Brasil tidak pantas menerima ini," cuit Humberto Costa, seorang senator sayap kiri.
Bermain jetski di tengah pandemi bukanlah aksi pertama yang membuat publik mengecam Jair Bolsonaro. Sebelumnya, dia terkesan merendahkan angka kematian di Brasil akibat pandemi Covid-19.
Saat ditanya wartawan terkait jumlah kematian akibat Covid di Brasil telah menembus angka lima ribu orang, dia menjawab dengan nada terkesan meremehkan dan bergurau.
Baca Juga: Anda Harus Tahu, Ini 5 Fakta Terbaru Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19
"Lalu kenapa? Maaf, apa yang kamu ingin untuk saya lakukan? Bahkan jika nama tengah saya itu Mesias atau Mesiah--diartikan sebagai penyelamat, saya tak bisa melakukan mukjizat," ujar Bolsonaro dilansir AFP, Jumat (2/5/2020).
Melansir data Worldometers Senin (11/5/2020), Brasil telah mencatatkan lebih dari 163 ribu kasus infeksi virus Corona di mana jumlah kematian menyentuh angka 11.168 jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!