Suara.com - Arab Saudi akan memberlakukan jam malam satu hari full selama libur Idul Fitri. Kebijakan tersebut dibuat tidak lain dalam rangka penanganan pandemi virus corona.
Menyadur Saudi Gazette, Arab Saudi akan menerapkan aturan jam malam selama 24 jam di seluruh penjuru negeri selama libur Hari raya Idul Fitri yakni 23-30 Mei 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Itu berarti bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Kebijakan tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Saudi pada Selasa (12/05).
"Arahan yang dikeluarkan berkaitan dengan jarak sosial, termasuk melarang pertemuan lebih dari lima orang atau lebih akan dilanjutkan" ungkap pengumuman terbaru Kementerian Dalam Negeri Saudi.
Pemerintah juga membatasi transportasi kendaraan di lingkungan perumahan hanya untuk satu orang selain pengemudi untuk mengurangi kontak.
Pihak kementerian juga menyebutkan, izin untuk kegiatan ekonomi dan komersial akan berlanjut selama periode dari 14 hingga 22 Mei sesuai dengan ketentuan dan keputusan kerajaan yang dikeluarkan pada 25 April.
"Perusahaan bisnis dan komersial akan tetap buka seperti sekarang dan orang dapat bergerak bebas antara pukul 9 pagi hingga 5 sore, kecuali di Makkah yang masih dalam jam malam penuh," jelas pernyataan yang dirilis Saudi Press Agency.
Dikutip dari SPA, jam malam selama 24 jam akan mulai berlaku di (Baish) Governorate wilayah Jazan mulai hari ini (13/05) dengan larangan masuk dan keluar dari kawasan tersebut. Larangan masuk dan keluar tidak termasuk bagi karyawan yang bekerja di sektor vital, sektor pemerintah, dan swasta.
Hingga kini Arab Saudi telah mencatatkan kasus positif 42.925 kasus virus dengan kasus kematian sebanyak 264 menurut data Worldometers pada Rabu (13/05). Sebanyak 15.257 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Baca Juga: Tidak Sengaja, FBI Ungkap Diplomat Arab Saudi yang Terlibat Tragedi 9/11
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT