Suara.com - Seorang gadis rela panas-panasan demi mengikuti ujian sekolah online. Hal itu dilakukannya karena internet di rumahnya susah sinyal.
Kejadian ini dialami oleh Heliyana, siswi SMK Tinggi Sarikei, Sarawak, Malaysia.
Dilaporkan World of Buzz, Rabu (3/6/2020), Heliyana tinggal di daerah pedesaan di Sarawak. Konektivitas internet di sana terbilang buruk.
Namun hal itu tidak menghentikan niat Heliyana untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Gadis berusia 13 tahun itu naik ke atas bukit dan duduk jongkok di bawah terik sinar matahari.
Heliyana mengerjakan ujian sekolah di pinggir jalan saat siang hari.
Heliyana tampak membawa smartphone di tangan kirinya. Sementara tangan kanannya memegang pulpen.
Siswi ini memangku beberapa lembar kertas. Heliyana terlihat serius mengerjakan soal-soal ujiannya.
Foto Heliyana yang tengah duduk panas-panasan di pinggir jalan demi mengerjakan ujian sekolah itu viral di media sosial.
Baca Juga: DPRD Bongkar Amburadul Penanganan Corona di Surabaya: Sembako Numpuk!
Namun, ternyata Heliyana bukan satu-satunya pelajar yang menghadapi masalah seperti ini. Siswa lain di SMK Tinggi Sarikei juga menghadapi masalah konektivitas internet.
Menurut World of Buzz, 20 dari 850 siswa sekolah itu menghadapi kesulitan saat mengikuti e-learning atau pembelajaran elektronik.
Seorang siswa bernama Wuok bahkan tidak memiliki smartphone. Keluarganya hanya memiliki telepon genggam yang dapat menerima pesan SMS saja.
Sang guru kemudian berinisiatif mengirim kertas ujian kepada Wuok. Lalu, jawaban ujian itu dikirim melalui SMS.
Menurut kepala sekolah SMK Tinggi Sarikei, program e-learning tidak mudah diimplementasikan di daerah pedesaan seperti mereka.
"Beberapa anak dari keluarga miskin tidak memiliki ponsel, jadi mereka harus menggunakan ponsel orangtua mereka untuk belajar," kata kepala sekolah.
Ia menambahkan, "Terkadang orang tua tidak meninggalkan ponselnya di rumah. Mereka hanya bisa mempelajari pekerjaan rumah mereka di sore atau malam hari."
Berita Terkait
-
Bikin Haru! Bocah SD Sebatang Kara Merawat Kedua Orang Tuanya yang Lumpuh
-
Waduh! Malaysia Deportasi Ratusan TKI di Tengah Bahaya Wabah Virus Corona
-
Pria Terciduk Polisi Dikira Kantongi Narkoba, Ternyata Malah Bikin Heran
-
Video Ibu-ibu Teriak Minta Tolong Gegara Ditegur Buang Sampah Sembarangan
-
Viral Pria Pukuli Tenaga Medis, Warganet Bosan, 'Paling Cuma Minta Maaf'
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai