Suara.com - Peristiwa menggelikan terjadi saat Tim Prabu 2 Polrestabes Bandung melakukan patroli rutin di Jalan Peta belum lama ini.
Dua orang pemuda yang tengah berboncengan di jalan raya, dihadang petugas setelah menunjukkan gelagat mencurigakan di tengah malam.
Dalam video yang viral di media sosial seperti dibagikan akun Twitter @jastairvine, seorang laki-laki berjaket hitam dari keduanya tampak diperiksa oleh petugas.
Pemuda pemilik tato di dahi itu lalu digeledah oleh petugas dan di saku jaketnya ditemukan dua plastik kecil berisikan serbuk putih yang dicurigai sebagai sabu-sabu.
Tapi seketika pemuda itu mengelak. Ia menyebutkan bahwa barang itu bukan sabu-sabu melainkan garam dapur.
"Garam ini om. Beneran garam. Demi Allah garam," ucapnya dalam bahasa Sunda seperti dikutip Suara.com, Rabu (3/6/2020)
Mendegar jawaban itu, anggota Tim Prabu pun dibuat tak percaya.
"Ngapain kamu bawa (garam dapur) di jaket," kata petugas.
Untuk membuktikannya, seorang petugas lantas mencoba mecicipi serbuk tersebut menggunakan ujung jari tangan.
Baca Juga: Tusuk Perut 5 Kali hingga Sayat Urat Nadi, Agil Masih Selamat
Tak disangka serbuk tersebut ternyata memang berasa asin.
"Asin ini," kata petugas.
Sementara itu sang pemuda mengaku dirinya membawa garam dapur untuk sekadar gaya-gayaan.
Walhasil, petugas lainnya pun berseloroh, "Ngapain kamu bawa garam dapur. Punya penyakit diabetes? Buat nipu ya?".
Tapi pemuda itu hanya menggelengkan kepala, menunjukkan penolakan. Tim Prabu pun lantas memberikan teguran kepadanya.
Tak pelak, ulah pemuda yang membawa garam hingga berhasil mengelabui polisi tersebut menuai sorotan warganet.
Berita Terkait
-
Aksi Pemotor Ini Jadi Sorotan Saat Demo Kematian George Floyd, Ini Sebabnya
-
Video Ibu-ibu Teriak Minta Tolong Gegara Ditegur Buang Sampah Sembarangan
-
Dwi Sasono Telah Menajalani Pemeriksaan Assessment
-
Viral! Karya Seni dari Pernyataan Mahfud MD soal Korban HAM Papua
-
Kocak, Emak-emak Main Gobak Sodor di Tengah Jalan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer