Mantan komisaris utama Pelindo I itu berpendapat, negara harus bersikap netral di tengah-tengah masyarakat dengan tidak mengelompokkan tertentu karena berbeda pandangan politiknya.
"Itu perlakuan diskriminatif dan tidak equality before the law. No matter anda dukung 01 atau 02, perlakuan harus sama, kan begitu," kata Refly.
BACA JUGA: Prabowo Didukung Kembali Jadi Ketum Gerindra, Mau Nyapres Lagi?
UAS mengaku tidak pernah bertemu dengan Prabowo setelah kalah dalam pemilu dan menjadi Menteri Pertahanan.
"Saya tidak ada kontak, tidak ada bertemu, hanya tetap mendoakan mudah-mudahan kita senantiasa istiqomah dalam lailahaillallah muhammadarrasulullah," ucap UAS.
Refly juga bertanya kepada UAS apakah pernah bertemu Jokowi. Pedakwah ini pun mengaku tidak pernah bertemu dengan Jokowi hingga sekarang.
Video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Gerindra Siapkan Regenerasi, Tapi Belum Ada yang Cocok Gantikan Prabowo
-
Diminta Jadi Ketum Gerindra Lagi, Prabowo Patuh Perintah Partai
-
Prabowo Didukung Kembali Jadi Ketum Gerindra, Mau Nyapres Lagi?
-
Jokowi Bersalah soal Internet Papua Diblokir, Refly Harun: Preseden Baik
-
UAS Samakan Habib Bahar seperti Proklamator dan Panglima Perang
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan