Suara.com - Semua anggota polisi Amerika Serikat yang bertugas saat terjadi insiden seorang kakek terjatuh karena didorong rekannya, melakukan aksi protes dengan mengundurkan diri dari tim tersebut.
Menyadur Sky News, 57 anggota unit taktis polisi Amerika Serikat telah mengundurkan diri dari tim Tanggap Darurat sebagai protes atas penangguhan dua rekannya yang mendorong seorang kakek berusia 75 tahun hingga terjatuh.
Dua anggota Tim Tanggap Darurat Departemen Kepolisian Buffalo ditangguhkan pada hari Kamis (4/6/2020) setelah stasiun radio lokal merilis video insiden yang melibatkan seorang kakek. Video tersebut langsung viral dan mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Namun, menurut Presiden Asosiasi Kepedulian Polisi Buffalo, John Evans mengatakan kedua anggota polisi yang terlibat hanya "mengikuti perintah".
"Posisi kami hanya mengikuti perintah dari Wakil Komisaris Polisi, Joseph Gramaglia untuk membersihkan area," katanya kepada The Buffalo News.
"Tidak disebutkan secara spesifik batasan area tersebut. Mereka hanya melakukan pekerjaan mereka. Saya tidak tahu berapa banyak kontak yang dibuat. Dia benar-benar diluar perkiraanku. Dia jatuh ke belakang." tambahnya.
Berbicara kepada stasiun TV lokal WGRZ, dia mengatakan seluruh anggota tim telah keluar dari unit tersebut. Mereka melakukan aksinya karena "jijik dengan perlakuan terhadap dua anggota mereka yang hanya melaksanakan pesanan".
Gramaglia mengatakan 57 anggota yang melakukan aksi protes tersebut tetap menjadi petugas polisi, meskipun telah keluar dari unit mereka sebelumnya.
Video insiden itu muncul ketika protes atas pembunuhan George Floyd berlanjut di sebagian kota di Amerika Serikat.
Baca Juga: Polisi Amerika Serikat Jarang Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Pembunuhan?
Dalam video tersebut memperlihat seorang kakek menghampiri barisan petugas yang mengenakan pakaian anti huru hara. Dua orang petugas mendorong kakek tersebut hingga terjatuh dan mengeluarkan darah dari belakang kepalanya.
Walikota Buffalo, Byron Brown mengatakan kakek tersebut sedang dalam proses pemulihan di serius di rumah sakit dan dalam kondisi stabil.
Dia mengatakan Komisaris Polisi, Byron Lockwood telah melakukan penyelidikan dan menangguhkan kedua petugas setelah melihat video tersebut.
"Saya sangat terganggu dengan video itu," kata walikota dalam sebuah pernyataan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China