Suara.com - Pemerintah Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak ikut campur dalam konflik antara negara tersebut dengan tetangganya, Korea Selatan.
Amerika Serikat sebelumnya mengkritik kebijakan Korea Utara karena memutus hubungan komunikasi dengan Korea Selatan pada Rabu (10/6/2020).
Hubungan kedua negara Korea itu kembali memanas lantaran aksi kelompok pembelot yang berada di Korea Selatan, terus menyebarkan selebaran anti Pyongyang.
Tindakkan pasif pemerintah Korea Selatan dianggap Korea Utara sebagai serangkaian aksi yang menggambarkan negara beribukota Seoul itu sebagai "musuh".
Kantor berita Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam tindakan AS sebagai sikap transaksi ganda yang menjijikan.
"Washington harus menahan lidah dan memikirkan urusan internalnya terlebih dahulu," kata Kwon Jong Gun, direktur jenderal Departemen Urusan AS, dikutip France24, Kamis (11/6/2020).
Ancaman tersirat Korut terhadap AS itu datang hanya sehari sebelum peringatan dua tahun KTT penting di Singapura. Saat itu pemimpin Korut Kim Jong Un berjapat tangan dengan Presiden AS Donald Trump.
Keduanya membahas negosiasi program nuklir Korut, yang pada akhirnya menemui jalan buntu sejak pertemuan kedua Kim dan Trump di Hanoi, Vietnam, tahun lalu.
Baca Juga: Ribut dengan Kakak, Gadis Belia di Serang Ini Nekat Bakar Diri hingga Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan