Suara.com - Sebuah foto yang menampakkan kondisi penerapan new normal dalam sebuah angkutan umum menghebohkan publik sosial media.
Potret penerapan protokol di sebuah angkutan umum yang diunggah oleh akun Instagram dramaojol.id pada Selasa, (16/6/2020) ini bisa dibilang adalah sebuah penerapan new normal namum dalam bentuk low budget alias dana rendah.
Bagaimana tidak, alih-alih menggunakan sekat pelindung yang terbuat dari plastik, angkot ini justru menggunakan kardus bekas untuk membuat tanda pemisah.
Kardus tersebut ditempel di bangku penumpang menjadi berbilik-bilik dengan menggunakan plester dan tali rafia.
Di setiap kolom bilik bangku penumpang itu juga dipasang selembar kardus di bagian atasnya sebagai penutup area kepala.
Pemasangan sekat itu membuat para penumpang yang menaiki angkot hanya terlihat bagian kakinya saja. Sementara sekat kardus itu membuat masing-masing penumpang tidak bisa melihat wajah penumpang lainnya.
Potret angkot dengan sekat kardus ini kontan membuat warganet tak habis pikir dengan sang pembuat ide.
"Abnormal ini mah," komentar seorang warganet.
Tak hanya itu, warganet pun menduga jika angkot tersebut terlihat lebih sesak dan bernuansa pengap akibat pemasangan sekat kardus tersebut.
Baca Juga: Diberi Penyekat, Tempat Duduk di Angkot Ini Tuai Pujian
"Jarak pandang terbatas, ditambah pengap + nyetire ugal-ugalan. Topp wkwkw," komentar warganet.
"Jadi sarang virus itu malah haha. Bersihinnya repot," tulis warganet.
"Saep Preman Pensiun menangis melihat ini," tambah warganet yang teringat dengan karakter pencopet di sebuah sinetron.
"New era need modern solution, yah walaupun low budget sih," komentar pengguna Instagram lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK