Suara.com - Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerlukan seorang penasihat. Penasihat yang dianggapnya cocok ialah Wakil Presiden Ma'ruf.
Ma'ruf dianggap sebagai orang yang tepat untuk membuat Jokowi lebih tenang mengambil keputusan. Fahri juga menilai Ma'rus sebagai ulama senior sehingga tepat dijadikan sebagai penasihat agama.
"Presiden ini memerlukan nasehat agama, ketenangan jiwa yah. Apa istilahnya itu... tausiyah," kata Fahri dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (25/6/2020).
Mantan politikus PKS ini menuturkan, jika nantinya Jokowi memiliki penasihat maka keputusan yang diambil bisa lebih matang. Pasalnya, Fahri melihat pemerintah seringkali menerbitkan peraturan-peraturan yang ujung-ujungnya malah menjadi kontroversial.
"Seharusnya wapres itu karena dia tidak memimpin lembaga atau struktur kenegaraan. Karena dalam struktur kenegaraan kita wapres itu hanya berguna kalau dipake presiden, ya, fungsikan pak kyai itu sebagai penasihat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah: Dapur dan Operator Pemerintah Gak Mantap
-
Kritik Kabinet Jokowi, Fahri Hamzah: Menkopolhukam Pendiam, Menkesnya Kabur
-
Jokowi Minta Disiapkan Plan Alternatif Hadapi Situasi Tak Terduga Pandemi
-
Sebelum Terapkan New Normal, Jokowi Minta Daerah Lakukan Prakondisi
-
Kepala Daerah Diminta Jaga Keseimbangan Ekonomi dan Kesehatan Saat Pandemi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'