Suara.com - Kepolisian Resor Kota Depok meringkus Amir Saripudin, dukun cabul yang telah mencabuli empat pasiennya dengan modus ritual mandi kembang. Saat ritual berlangsung, Amir menodai pasiennya dengan dalih agar proses mandi kembang lebih suci.
Empat perempuan yang menjadi korban adalah SD, N, TA, dan RL. Salah satu korban diantaranya merupakan seorang biduan dangdut.
Praktik cabul tersebut telah dilakukan sejak Februari 2019. Artinya, dia telah bertindak sebagai dukun cabul selama satu setengah tahun lebih.
Berikut Suara.com merangkum 5 fakta mengejutkan dibalik kasus dukun cabul di Depok, Jumat (26/6/2020).
1. Isap dan Jilat Organ Vital 4 Pasien, Dukun Cabul Depok Dibekuk
Dukun cabul bernama Amir Saripudin ditangkap aparat Polres Kota Depok, karena diduga mencabuli empat korban bermodus ritual mandi kembang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, keempat korban dukun cabul itu perempuan berinisial SD, N, TA, dan RL.
"Kami berhasil mengungkap kasus perbuatan cabul bermodus mandi kembang," kata Yusri lewat keterengan tertulis kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).
2. Ritual Jilat Kelamin, Dukun Cabul Ancam Para Pasien: Awas Nanti Kena Tulah!
Baca Juga: Heboh Grup Pelakor di Facebook, Ribuan Anggota Curhat Sampai Warganet Geram
Pelaku pencabulan kerap menggunakan berbagai modus untuk mengincar calon korbannya.
Seperti dilakukan Amir Saripudin yang berpura-pura menjadi dukun. Modus yang dipakai dukun cabul ini adalah ritual mandi kembang di kediamannya, Jalan H Nurdin RT2/RW1 Depok, Jawa Barat.
3. Nodai Pasien Tiap Ritual Mandi Kembang, Amir Buka Praktik Dukun Sejak 2019
Satreskrim Polresta Depok telah meringkus seorang dukun cabul bernama Amir Saripudin.
Tersangka diringkus seusai melakukan aksi pencabulan terhadap empat wanita dengan modus ritual mandi kembang di kawasan Cipayung, Depok, Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok