Suara.com - Lelaki bernama Jonathan (47) mengantar anaknya sendiri ke polisi, seusai mendapatkan sang putra melakukan pemerkosaan pada siswi sekolah.
Menyadur Daily Mail, pemuda bernama Jack Evans (18) hampir lolos dari hukuman lantaran korban, yang merupakan teman sekolahnya, tidak melapor.
Namun, dua bulan kemudian, Jonathan dan sang istri Sarah Morris (47), menemukan bukti percakapan putranya dan korban melalui pesan singkat.
Jack Evans kedapatan meminta maaf atas perbuatan bejat tersebut kepada korban lewat SMS.
Menurut Jonathan, melaporkan tindakan sang anak ke pihak berwajib adalah keputusan yang benar. Hal itu disebutnya penting agar ke depan, putranya bisa belajar dari kesalahan.
"Anda tidak bisa melanjutkan hidup apabila menjalaninya dalam kebohongan," kata Jonathan dikutip Daily Mail, Selasa (30/6/2020).
"Kendati ini sangat menyakitkan, tapi ini merupakan hal yang benar untuk dilakukan," tambahnya.
Pengadilan Merthyr Tydfil Crown Court mengungkapkan, korban sempat meminta Evans untuk berhenti di menit-menit akhir saat dia memerkosanya. Tapi Evans terus melanjutkan aksi kriminal tersebut.
Tindakan itu membuat Jack Evans dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Dia akan mendekam di Institusi Pelanggar Muda Parc di Bridgend.
Baca Juga: Miris! Gadis Sulsel Ini Hamil, Tapi Tak Tahu Siapa yang Menghamili
"Saya berharap berada di penjara akan memberi putra saya waktu untuk berefleksi," kata Jonathan.
Berita Terkait
-
Lewat Jalan Sepi, Perempuan Madura Diperkosa 7 Lelaki di Jalan
-
Aktor Film Dewasa Ron Jeremy Dituduh Lakukan Perkosaan
-
57 Tahun Misterius, Kasus Perkosaan dan Pembunuhan Peggy Terungkap
-
Apakabar Skandal Perkosaan Anak Cabul Kiai Jombang?
-
Korban Perkosaan Pendeta Cabul Surabaya Diduga Lebih dari Satu Anak
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
-
AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?
-
4 Oknum Polisi di Madiun Terlibat Kasus Peredaran Narkoba
-
Kejati Bengkulu Dalami Dugaan Mark Up Proyek PLTA, Dokumen Disita dari Tiga Lokasi
-
Refly Harun Bongkar 7 Keberatan di Kasus Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Justru Makin Meragukan
-
Momen Haru Sidang Kasus Demo Agustus, Ayah Terdakwa Peluk Anak di PN Jakut
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya