Suara.com - Seorang calon anggota dewan di Jepang memiliki cara unik dalam berkampanye sekaligus sampaikan kritik dengan memajang foto dirinya yang hanya menggunakan bra dari masker kain.
Menyadur 9gag.com, Kamis (2/7/2020), Kana Shindou memiliki cara unik untuk mendapat perhatian dalam memperebutkan kursi di majelis Kita Ward Tokyo sebagai bagian dari Partai Horiemon Baru.
Dalam kampanyenya ia tampak memajang poster dirinya yang menarik perhatian para pejalan kaki. Ia tampak memajang foto dirinya yang hanya memakai bra yang terbuat dari dua buah masker.
Masker kain yang dipakai adalah masker yang disediakan untuk rumah tangga oleh pemerintah Jepang sebagai pencegahan penulana virus corona. Masker tersebut juga dikenal sebagai "Abe Masker" setelah Perdana Menteri Shinzo Abe terus memakainya.
Dalam sebuah wawancara singkat, Shindou menjelaskan alasannya memajang poster tersebut sebagai kritik terhadap langkah-langkah pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe menanggulangi virus corona.
"Poster itu sedikit terbuka, tetapi bagi saya bukan hanya untuk dilihat atau diketahui. Di balik semua itu saya mengatakan "sebagai penanggulangan terhadap virus corona, terus terang, apakah pantas menggunakan banyak uang dan hanya memberikan dua masker ini?" Ini adalah kritik pedas terhadap penanganan virus corona ... itulah poin utamanya." jelas Kana Shindou dikutip dari 9gag.
Kana Shindou juga ikut memposting di akun media sosial Twitter pribadinya dan sontak mengundang beragam komentar dari warganet.
"Semoga ini akan menjadi tren untuk semua politisi." tulis seorang warganet.
"Jujur, saya lebih suka politisi seperti ini daripada janji palsu," tulis warganet lainnya.
Baca Juga: Cyberpunk 2077 Kena Sensor di Jepang, Ini Perubahan yang Terjadi
Namun ada juga warganet yang menyayangkan tindakan kampanye tersebut, "Masker tidak dimaksudkan untuk digunakan seperti itu." tulis seorang warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
-
Wajib Tutup Selama Ramadan? Ini Daftar Tempat Hiburan Malam di Jaksel yang Disegel Pemprov DKI
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam
-
Tak Hanya Dipecat, Bripda Masias Kini Hadapi Proses Pidana, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Jaksa!
-
Menaker: THR 2026 Masih Mengacu pada Regulasi Lama, Batas Pembayaran H-7 Lebaran