Suara.com - Jumlah pasien virus corona yang sembuh terus bertambah tiap harinya. Tapi mereka bisa tertular kembali.
Merujuk data pemerintah pada Rabu (1/7/2020) kemarin, tercatat ada 789 pasien yang sembuh sehingga jika ditotal kekinian sudah ada 25.595 pasien yang dinyatakan sembuh.
Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Kolonel Dr. dr. Soroy Lardo menyatakan seorang pasien yang sudah sembuh masih mungkin untuk terpapar Covid-19 lagi. Pasalnya, virus mematikan asal Wuhan, China tersebut masih dalam penelitian.
"Untuk covid ini, ternyata ada proses keilmuan yang saat ini mungkin kita sedang teliti. Jadi kalau seorang sudah sembuh, kemungkiann terinfeksi atau positif kembali itu masih mungkin," kata Soroy dalam keterangan di akun Youtube BNPB, Kamis (2/7/2020).
Dengan demikian, Soroy mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. Pasalnya, kekinian kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) angkanya terus meningkat.
"Yang penting sebenarnya, dengan meningginya kasus-kasus OTG, dari konteks yang harus kita kembangkan adalah dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi konsep kewaspadaan tinggi, jadi di masyarakat harus ditanamkan satu kultur perlilaku baru," jelasnya.
"Yang disebut dengan social distancing, physicial distancing, penggunaan masker secara continue, cuci tangan dalam waktu kapan kita sempat, itu adalah satu kondisi yang menentukan kultur baru kita mencegah tertularnya Covid," pungkas Soroy.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut