Suara.com - Jamur 'Himalayan Viagra' terancam punah karena tingginya permintaan untuk konsumsi sebagai obat yang diyakini dapat meningkatkan gairah seksual.
Menyadur South China Morning Post, sebuah jamur parasit yang tumbuh di dalam ulat hantu dan kemudian membunuh inangnya dengan menjebol kepalanya sendiri terancam punah, kata IUCN.
Ophiocordyceps sinensis, jamur termahal di dunia, hanya tumbuh di Dataran Tinggi Tibet di mana ia menjadi sumber pendapatan utama bagi beberapa komunitas.
Jamur tersebut telah digunakan sebagai tonik kesehatan dan afrodisiak dalam pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad, dan kini permintaan semakin meningkat sejak 1990-an.
Pemanenan berlebihan memangkas populasi setidaknya 30 persen dalam 15 tahun terakhir dan sudah masuk dalam daftta "rentan" terhadap kepunahan dalam direktori spesies hewan dan tumbuhan yang terancam punah.
"Ini adalah salah satu dari beberapa kasus jamur yang terdokumentasi yang terancam oleh panen berlebihan," kata Gregory Mueller, Kepala Komite Konservasi Jamur IUCN.
Mueller mengatakan perlu ada program panen berkelanjutan untuk melindungi jamur dan eduksi terhadap masyarakat agar dapat mengambilnya secara berkesinambungan.
Ophiocordyceps sinensis juga dikenal sebagai jamur ulat, atau yarchagumba, yang berarti "tanaman musim panas, serangga musim dingin" di Tibet.
Jamur tersebut hanya ditemukan di padang rumput di atas 3.500 meter dan terbentuk ketika jamur bersarang di ulat bulu dan perlahan membunuh mereka. Mereka juga membutuhkan iklim khusus dengan suhu musim dingin di bawah titik beku tetapi tanah tidak beku secara permanen.
Baca Juga: Imam Beijing Ajak Umat Islam Dukung Kebijakan Saudi soal Haji
Setiap musim semi di Nepal, ribuan penduduk desa menuju pegunungan untuk mengambil jamur. Tetapi tahun ini Kathmandu melarang untuk memanen jamur selama lockdown akibat pandemi virus corona.
Belum ada penelitian yang membuktikan sifat-sifatnya yang bermanfaat, tetapi para herbalis Tiongkok percaya bahwa jamur tersebut dapat meningkatkan kinerja seksual, oleh karena itu diberi julukan "Himalayan Viagra".
Cara mengonsumsinya dapat dibuat teh, atau ditambahkan ke sup dan semur. Jamur tersebut dikatakan dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari kelelahan hingga kanker, hingga masalah ginjal dan paru-paru.
Para peneliti mengatakan jamur tersebut dijual dengan harga hingga tiga kali lipat harga emas di Beijing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
9 Facial Wash untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas untuk Cegah Tanda Penuaan
-
Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah
-
Kabel Tembaga Ngumpet di Jok Vario, Aksi Dua Pekerja di Gresik Berakhir di Tangan Polisi
-
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan
-
Fakta Baru Kematian Eks Istri Polisi di Medan: Keluarga Temukan Luka, DPR Siap Kawal
-
Perbedaan Sifat Virgo Agustus dan September, Mana yang Lebih Ambisius?
-
Tune In to the Midnight Heart Season 2 Rilis 2027, Hadirkan 2 Karakter Baru
-
Pilu! TKW Asal Tulungagung Tertipu Modus Asmara, Kerugian Capai Rp622 Juta
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi