Suara.com - Seorang pria bernama Juan Jose Munoz Romero mendapat pengalaman paling buruk dalam sejarah hidupnya. Ia divonis meninggal oleh dokter dan disemayamkan di kamar mayat, padahal kondisinya masih bisa diselamatkan.
Menyadur Mirror pada Rabu (15/07/2020), Romero sebenarnya tak meninggal seperti keterangan dokter. Ia hanya menderita Iskemia yaitu kondisi yang sangat lemah karena suplai darah ke jantung atau otak terlalu rendah.
Awalnya, Romero yang berusia 67 tahun dilarikan ke klinik Las Penitas di Kota Sincelejo, di wilayah Karibia Sucre, Kolombia karena tekanan darah tinggi. Dua jam setelah masuk klinik, ia dinyatakan meninggal.
Koran Lokal El Heraldo melaporkan putri Romero yang tak disebutkan identitasnya dilarang melihat jenazah ayahnya.
Keluarganya tak percaya dan memaksa masuk ke dalam kamar mayat untuk memeriksa keadaan Romero. Pihak klinik melarang mereka dengan alasan protokoler Covid-19. Namun keluarga ngotot dan berhasil masuk.
Romero ditemukan dalam keadaan sadar di kamar mayat. Ia hanya lemas dengan mata terbuka dan masih bernafas. Dokter ngotot dan mengatakan kondisi itu sebagai reaksi alami yang terlihat pada pasien setelah kematian.
"Kakak perempuan saya tidak percaya dengan jawaban itu. Ia memutuskan untuk mengambil jenazahnya dan dibawa ke klinik lain. Selama di kamar mayat, Romero menderita iskemia," jelas pihak keluarga.
Romero kini dirawat di klinik La Concepcion dan pihak keluarga sedang mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Keponakan Romero mengatakan, pamannya sudah menjalani tes Covid-19 dan hasilnya negatif.
Baca Juga: Puluhan Pengemudi Ojol di Surabaya Geruduk Kamar Mayat RS Dokter Soetomo
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
Terkini
-
Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas
-
Polemik Pasal Nikah Siri di KUHP Baru, Selly: Bukan Kriminalisasi Agama, Tapi Perisai bagi Perempuan
-
Jelang Vonis, Laras Faizati Berharap Hukum Lindungi Hak Bersuara: Doakan Saya Pulang Hari Ini
-
Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Hari Ini
-
Rekrutmen Dosen ASN PKN STAN 2026: Syarat, Kualifikasi, dan Tahapan Seleksi
-
Sutiyoso Dorong Penertiban Tiang Monorel Senayan, DPRD Buka Opsi Alih Fungsi
-
Uji UU TNI di MK, Tim Advokasi Soroti Impunitas dan Ancaman Militerisme
-
Buku The Broken String Angkat Isu Child Grooming, Kemen PPPA: Ancaman Nyata bagi Anak
-
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Bidang Sosial dan Humaniora di Istana, Apa Tujuannya?
-
Hari Ini Hujan Sedang Diperkirakan Mengepung Jakarta