Suara.com - Demi membuat kedua anaknya bisa mengikuti kelas online, seorang ayah di India rela menjual sapi yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan.
Menyadur India Times, Jumat (24/7/2020), kondisi keluarga Kuldip Kumar yang kekurangan, membuat keduanya kesulitan untuk mengakses pembelajaran jarak jauh.
Keluarga yang tinggal di Jwalamukhi, distrik Kangra, ini tak memiliki handphone.
Mengetahui anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar tak bisa mengikuti pelajaran, Kuldip pun berusaha mengambil pinjaman di sejumlah bank. Namun, usahanya tak membuahkan hasil, ia ditolak sana-sini.
Tak punya piliha lain, ayah ini pun terpaksa menjual sapi yang menjadi satu-satunya sumber pendapatan keluarga seharga Rs 6.000 atau sekitar satu juta.
Hasil penjualan sapi itu ia gunakan untuk membeli smartphone bagi anak-anaknya yang merupakan siswa kelas dua dan empat SD.
Cerita Kuldip dalam mengupayakan ponsel untuk kedua anaknya agar bisa mengikuti kelas online ini menarik perhatian netizen India, termasuk aktor Sano Sood.
Melalui twitter, Sano mengatakan mencari tahu informasi tentang Kuldip dan ingin memberikan bantuan untuk keluarganya.
"Bisakah anda berbagi informasi tentang pria ini?," cuit Sano.
Baca Juga: Gadis 14 Tahun Dilecehkan di Pusat Karantina Covid-19, Pelaku Sesama Pasien
Sementara, seorang pejabat Jwalamukhi Ramesh Dhawala mengatakan pihaknya telah mengarahkan otoritas terkait untuk mengirim bantuan kepada Kuldip secepatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar
-
Hormati Penyidikan KPK, Bupati Bogor Tegaskan Pelayanan Tetap 'Gas Terus' 100 Persen
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah
-
Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar