Suara.com - Satu warga Vietnam dilaporkan meninggal dunia akibat virus corona, merupakan kematian pertama sejak Covid-19 mewabah di negara ini.
Menyadur BBC, Jumat (31/7/2020), pasien yang meninggal dunia merupakan seorang pria berusia 70 tahun yang berasal dari pusat kota Hoi An.
Negara ini sebelumnya mencatatkan nol kematian selama kasus infeksi pertama muncul pada April lalu.
Selama tiga bulan melawan pandemi, Vietnam yang memiliki populasi sekitar 95 juta penduduk, melaporkan sekitar 459 kasus virus corona sebelum menyatakan nol kasus baru pada Mei.
Hingga awal pekan ini, satu kasus baru muncul di kota Da Nang yang berujung pada evakuasi puluhan ribu orang yang kebanyakan merupakan pelancong.
Jumlah infeksi terus naik hingga 22 kasus pada Senin (27/8), membuat pemerintah menerapkan kuncian total di Da Nang pda Rabu.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc memperingatkan masyarakat di seluruh negara untuk waspada merespon kasus baru di Da Nang.
"Kami harus bertindak lebih cepat dan lebih keras untuk mengendalikan wabah," ujar Phuc.
Menurut sumber resmi Vietnam mencatatkan total 459 kasus, tanpa kematian. Lebih dari 81.000 orang di Vietnam saat ini menjalani karantina, naik dari 12.000 pada hari Senin, mengutip laporan Channel News Asia.
Baca Juga: 30 Orang Ikuti Pesta Seks Rahasia saat Pandemi, Digagalkan Polisi
Pemerintah Vietnam pada hari Kamis mengatakan akan melakukan pengujian massal untuk 21.000 orang yang baru saja kembali dari pusat kota Danang, karena pihak berwenang berlomba untuk menahan wabah domestik pertama di negara itu sejak April.
Selain melakukan karantina, pemerintah Vietnam bergerak cepat dengan menutup akses keluar masuk Da Nang dengan menangguhkan sejumlah transportasi umum seperti pesawat, kereta dan bus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas