Suara.com - Niat Sugianto (48) untuk mendapat layanan dari wanita panggilan tak berhasil ia wujudkan.
Bukan negosiasi antara keduanya yang tidak menemukan kesepakatan, tapi tiba-tiba sang pemesan terkulai lemas dan jatuh sebelum pelayanan dimulai.
Insiden tersebut terjadi di sebuah kamar Losmen yang berada di Jalan Rupat Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (8/8/2020) pagi.
Kapolsek Medan Timur Komisaris M Arifin mengatakan, polisi mendapat laporan dari pihak losmen bahwa ada satu tamu pingsan tiba-tiba.
"Pihak losmen menghubungi Pos Sambu bahwa ada seorang tamu mereka yang tiba-tiba pingsan. Oleh Pos Sambu menghubungi personel di Polsek Medan Timur untuk dilakukan pengecekan terhadap korban," kata Arifin.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Sugianto ternyata tidak sudah tak lagi bernafas.
Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan tim Inafis Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh warga Jalan Karya Jaya Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor itu.
Karenanya, untuk memastikan penyebab kematian Sugianto, polisi membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan visum.
Baca Juga: Janda Cantik di Medan Tewas Usai Hantam Trotoar
"Tanda-tanda kekerasan tidak ada. Dari tubuh korban kita dapati sebuah dompet dan tiga butir bekas obat merk idodorbide dinitrate, handphone dan sepeda motor korban yang diparkir di lokasi losmen," ucapnya.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Irma (42) yang bersama korban, lanjut Kompol Arifin, diperoleh keterangan korban tiba-tiba terjatuh pada sekitar pukul 08.30 WIB.
Semula saksi dan korban sempat melakukan negosiasi soal harga dan akhirnya keduanya deal.
"Menurut keterangan teman wanita korban, pada saat di kamar dan hendak membuka pakaiannya, tiba-tiba korban lemas dan terjatuh," beber M Arifin.
Irma panik dan kemudian memanggil salah seorang temannya bernama Suwarni (53) untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Oleh Suwarni, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada seorang pedagang yang berada di sekitar losmen.
Berita Terkait
-
Puji Tuhan! Uskup Agung Medan Sembuh dari Virus Corona
-
Truk Tangki BBM Milik Pertamina Meledak di Kawasan Medan Marelan
-
Pengumuman: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Positif Covid-19
-
Terungkap Penyebab Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution Tertular Corona
-
Plt Wali Kota Medan Positif Corona, Istri dan Anaknya Negatif
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau