Suara.com - Uskup Agung Mgr Kornelius Sipayung Keuskupan Agung Medan (KAM) sembuh dari virus corona. Termasuk empat pastor telah negatif Corona.
Mereka dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Medan, Sumatera Utara.
Juru Bicara Juru bicara Keuskupan Agung Medan, Pastor Benjamin Purba mengatakan, Uskup Agung dan pastor yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 telah dipulangkan dan menjalani isolasi mandiri.
"Uskup Agung Kornelius Sipayung sudah kembali kerumahnya, demikian juga dengan 4 pastor yang dinyatakan positif Corona," kata Pastor Benjamin Purba saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2020).
Kondisi Uskup Kornelius semakin membaik dan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Uskup Agung Kornelius Sipayung dinyatakan negatif Corona dan diperbolehkan pulang pada Kamis (6/8/2020) malam.
"Tadi malam (Kamis malam-red) sekitar pukul 22.00 WIB sudah kembali ke rumahnya, tapi memang belum bisa menerima tamu," ujarnya.
Sementara itu empat pastor yang semula dinyatakan positif yakni Michael Manurung, Frans Borta P Rumapea, Romualdus Nairun dan Joddy Morison Turnip, juga sudah kembali kerumah dengan hasil tes terkahir negatif.
"Sudah semuanya sudah pulang dan selesai dirawat. Mereka sudah negatif Corona," ungkapnya.
Baca Juga: DKI Bikin Rekor Berturut-turut; Jumat 7 Agustus, 658 Orang Positif Corona
Diketahui sebelumnya, Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap positif terinfeksi virus Corona Covid-19.
Kabar itu dikonfirmasi Juru Bicara Keuskupan Agung Medan, Pastor Benjamin Purba OFMCap, Minggu (19/7/2020).
Lewat surat yang diberikan kepada Pastor Benjamin, Kornelius Sipayung mengabarkan bahwa dirinya dan empat orang lain positif terinfeksi Covid-19 lewat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.
Pasca Uskup Agung Medan (KAM) Mgr Kornelius Sipayung terpapar virus Corona atau Covid-19, sebanyak 7 kontak erat yang diperiksa juga terkonfirmasi positif.
Dari ketujuh yang terkonfirmasi positif, empat pastor dan tiga orang lainnya yakni suster.
Kontributor : Muhlis
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat