Suara.com - Ahli Ekonomi Rizal Ramli mengkritik imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat membeli produk dalam negeri untuk menyelamatkan perekonomian nasional. Ia menilai pemerintah justru banyak mengeluarkan kebijakan pro impor.
Hal itu disampaikan oleh Rizal Ramli melalui akun Twitter miliknya @ramlirizal. Rizal menyebut imbauan yang dikeluarkan Jokowi adalah contoh imbauan asal-asalan.
"Inilah contoh imbauan ngasal. Track record kebijakan justru sangat pro impor," kata Rizal Ramli seperti dikutip Suara.com, Senin (10/8/2020).
Rizal Ramli mengusulkan agar pemerintah mengubah kebijakan-kebijakan yang ada. Menurut Rizal, mengubah kebijakan jauh lebih penting dari sekadar mengeluarkan imbauan.
"Ubah kebijakannya, lebih penting dari sekadar imbauan!" ungkap Rizal Ramli.
Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi dunia melesu, tanpa terkecuali Indonesia. Angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 ditutup pada angka minus 5,32 persen.
Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di triwulan II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07 persen.
Menanggapi angka pertumbuhan ekonomi yang terus memprihatinkan, Jokowi mengajak masyarakat untuk terus menggerakkan roda perekonomian nasional.
Ia mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk dalam negeri. Dengan adanya belanja produk dalam negeri, maka diharapkan perekonomian akan bangkit dan Indonesia selamat dari jurang resesi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Kucurkan Subsidi Gaji Pekerja Formal Rp33,1 Triliun
"Roda perekonomian harus bisa bergerak lagi dengan cara apa? Beli produk-produk buatan dalam negeri, beli produk-produk petani, nelayan, produk-produk UMKM," ungkap Jokowi dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Bogor pada Sabtu (8/8/2020).
Angka perekonomian mencapai minus 5,32 persen sangat berbahaya bagi Indonesia. Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan, hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Indonesia untuk masuk ke jurang resesi ekonomi.
"Indonesia, sebagaimana negara lain, diperkirakan akan mengalami resesi," kata Piter kepada suara.com, Rabu (5/8/2020).
Piter mengemukakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II yang tumbuh negatif di kisaran 5 persenan ini, bisa berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan IV.
"Dengan demikian, apabila perkiraan ini benar-benar terjadi, maka Indonesia pada bulan Oktober nanti akan secara resmi dinyatakan resesi," kata Piter.
Tak hanya Indonesia, dia juga menjelaskan, bahwa semua negara berpotensi mengalami resesi. Perbedaannya hanya masalah kedalaman dan kecepatan recovery.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri
-
Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar
-
Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan