Suara.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan, meminta agar ada tambahan anggaran untuk Pilkada 2020. Anggaran tersebut bisa bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Hal itu disebabkan perlunya standar protokol kesehatan Covid-19 yang ketat untuk memenuhi proses Pilkada 2020 seperti alat pelindung diri (APD) khusus Covid-19.
"Saat Covid-19, APD sangat penting digunakan bagi penyelenggara saat pilkada," jelasnya saat vidio conference, Rabu (12/8/2020).
Untuk itu, ia berharap tambahan anggaran tersebut segera cair untuk melancarkan kontestasi Pilkada 2020. Jika tidak ada tambahan dari dana APBN beberapa persiapan untuk Pilkada 2020 akan kurang.
"Iya ini kita melaksanakan Pilkada dalam keadaan pandemi, sementara anggaran sebelumnya belum menghitung kebutuhan saat pilkada," ucapnya.
Menurutnya memang harus segera ada penyesuaian anggaran agar penyelenggaraan Pilkada 2020 bisa terlaksana dengan aman. Ia menyebut hal itu penting agar warga benar-benar yakin soal keamanan saat mencoblos.
"Persiapan melalui anggaran APBN harus segera dicairkan, agar masyarakat bisa diberi sosialisasi secepatnya," kata dia.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga: Demokrat dan PPP Resmi Koalisi di 23 Daerah Pilkada 2020
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!