Suara.com - Seorang dosen yang menjadi pelaku sodomi terhadap anak laki-laki di Kota Palembang inisial RN (43) ternyata mengajar di Universitas Katolik (Unika) Musi Charitas Palembang.
Hal tersebut diakui oleh Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Unika Musi Charitas Palembang Agustinus Riyanto saat memberikan keterangan pers pada Selasa (18/8/2020).
“Yang bersangkutan itu (dosen RN) merupakan dosen tetap dan bekerja di Unika Musi Charitas sejak 2003 lalu,” ujar Agustinus.
Terkait hal tersebut, pihak kampus kini menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Polrestabes Palembang guna dilakukan proses hukum lebih lanjut terkait perbuatan yang telah dilakukan dosen cabul tersebut.
““Ini (tindakan sodomi dosen RN) di luar kampus. Jadi, persoalan hukum tanggung jawab pribadi. Sebagai manusiawi, kami mengirimkan bantuan dengan mengirim rohaniwan untuk RN,” tambah dia.
Diberitakan sebelumnya, RN diamankan saat anggota tengah patroli di kawasan Jalan Gubernur H. Ahmad Bastari, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang pada Kamis (13/8/2020) malam.
Pelaku ditangkap saat kepergok tengah melakukan aksi bejatnya terhadap korban NV di jalanan.
Akibat ulahnya tersebut, kini RN harus mendekam di rumah tahanan Mapolrestabes Palembang
Kontributor : Rio Adi Pratama
Baca Juga: Dosen RN Rekam Aksi Bejatnya saat Sodomi Anak Jalanan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok