Suara.com - Hamsah (40) ditangkap polisi setelah diduga menganiaya Indah Daeng Bollo (70) yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri.
Kasi Humas Polsek Panakkukang Brigadir Polisi Ahmad Halim membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan aksi penganiayaan yang dilakukan Hamsah terhadap ibunya itu terjadi di Jalan Musyawarah, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum lama ini.
"Pelaku merupakan anak kandung korban. Laporan pengaduan (korban) masuk di Polsek Panakkukang tanggal 16 Agustus 2020," kata Ahmad Halim saat dikonfirmasi Suara.com, Sabtu (22/8/2020).
Mendapat informasi tersebut, polisi kemudian bergegas mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Polisi kemudian melakukan pengejaran. Hasilnya, pelaku tertangkap di Jalan Brawijaya, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (21/8/2020) kemarin.
Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Hamsah tega menganiaya karena ibunya membela cucunya, yakni Hendrik saat ditagih uang pembayaran motor.
"Pelaku menagih Hendrik tentang pembayaran motor, namun Hendrik selalu menghindar sehingga terjadi keributan," kata dia.
"Saat korban melerai, pelaku langsung mendorong korban yang merupakan ibu kandungnya sendiri. Menginjak kaki korban sehingga mengeluarkan darah dan korban langsung melaporkan ke Polsek Panakkukang," katanya.
Sebab itu, Hamsah kemudian digelandang ke Polsek Panakkukang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Baca Juga: KontraS Soroti 13 Kasus Penganiayaan Oleh Polisi Dalam Lima Bulan Terakhir
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas