Suara.com - Bayi baru lahir ditemukan selamat setelah separuh badannya terkubur di kawasan hutan negara bagian Andhra Pradesh, India.
Menyadur Gulf News, Selasa (8/9/2020), bayi laki-laki malang ini pertama kali ditemukan pertama kali oleh penggembala asal distrik Godavari.
Awalnya, perempuan yang kebetulan tengah melintasi daerah hutan di desa Krishnavaram ini mendengar suara tangisan bayi.
Ia kemudian mencari sumber suara dan menemukan badan bayi yang separuhnya tertutup tanah.
Dengan bantuan penduduk setempat, bayi ini kemudian diangkat dan diberikan pertolongan pertama.
Saat diselamatkan, ada lumpur di mulut bayi. Warga kemudian memandikannya, sebelum membawa anak laki-laki ini ke rumah sakit di distrik Bhadrachalam.
Bayi itu kini dalam kondisi pulih dan tengah menjalani perawatan staf rumah sakit.
Berdasarkan keterangan penduduk setempat, tampaknya ada yang mencoba membunuh bayi tersebut. Tapi karena tergesa-gesa, pelaku meninggalkan bayi ini setengah terkubur.
"Jika bayi dibiarkan dalam kondisi yang sama untuk waktu yang lebih lama, dia tidak akan selamat," ujar penduduk setempat yang ikut menyelamatkan bayi.
Baca Juga: Transgender 42 Tahun Tewas Ditembak di Depan Rumah, Pelaku Masih Buron
"Seseorang telah menguburkannya hanya beberapa menit sebelum penggembala mendengar tangisannya," sambungnya.
Kepolisian setempat tengah berupaya melacak pelaku, dibantu oleh pekerja departemen kesehatan dan kesejahteraan anak setempat.
Polisi menduga bayi itu kemungkinan lahir di luar nikah, yang kemudian memicu orang tua untuk menghabisi nyawanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara